Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Desember 2019

MENGAPA MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU MASEHI...!?

MENGAPA MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL DAN TAHUN BARU MASEHI...!?

Alasannya: Menjaga perasaan teman, tidak enak sama bos, menyenangkan pelanggan....!?

Subhaanallaah, takut membuat manusia marah tapi berani membuat Allah murka...!?

Saudaraku rahimakumullaah, yang menciptakanmu, yang selalu memberikan rezeki dan mencurahkan nikmat kepadamu adalah Allah 'azza wa jalla, bukan manusia.

Yang Maha Mampu membalasmu dan menolongmu hanya Allah 'azza wa jalla, bukan manusia.

Dialah Allah yang Maha Luas rahmat-Nya dan sangat keras azab-Nya. Maka Allah yang lebih patut engkau takuti, bukan manusia.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنِ الْتَمَسَ رِضَى اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ رَضِيَ الله تعالى عَنْهُ وَأَرْضَى النَّاسَ عَنْهُ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ سَخَطَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَسْخَطَ عليه الناس

“Barangsiapa mencari keridhoaan Allah walau dengan membuat manusia marah, maka Allah ta’ala akan ridho kepadanya dan menjadikan manusia pun ridho kepadanya, dan barangsiapa yang mencari keridhoaan manusia dengan membuat Allah murka, maka Allah murka kepadanya dan Allah jadikan manusia pun murka kepadanya.” [HR. Ibnu Hibban dari Aisyah radhiyallahu’anha, At-Ta’liqootul Hisan: 276, lihat juga Ash-Shahihah: 2311 dan Shahih At-Targhib: 2250]

Saudaraku rahimakumullaah, menjaga imanmu jauh lebih penting dari apa pun di dunia ini. Menjaga hubungan baikmu dengan Allah 'azza wa jalla jauh lebih berharga daripada hubunganmu dengan makhluk.

:construction: SELAMAT NATAL ARTINYA SELAMAT BERIBADAH KEPADA SALIB, PATUTKAH SEORANG MUSLIM MENGUCAPKANNYA...!?

Saudaraku rahimakumullaah, apabila kita sepakat bahwa tidak pantas kita mengucapkan "Selamat korupsi" atau "Selamat minum khamar", maka tentu lebih tidak pantas lagi kita mengucapkan "Selamat natal", karena itu bermakna "Selamat menjadi kafir", padahal dosa kekafiran adalah dosa terbesar dan paling dimurkai Allah 'azza wa jalla.

Al-Imam Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

“Mengucapkan "Selamat natal" kepada orang nasrani sama saja dengan mengucapkan Selamat atas sujudnya kepada salib, maka itu lebih besar dosanya dan kemurkaannya di sisi Allah daripada mengucapkan Selamat Minum Khamar, Membunuh Jiwa, Berzina dan yang semisalnya.

Dan banyak orang yang tidak memiliki pemuliaan terhadap agama (Islam) melakukan hal tersebut, sedang ia tidak mengetahui kejelekan perbuatannya itu, padahal siapa yang mengucapkan Selamat terhadap seseorang karena satu kemaksiatan, kebid’ahan atau kekafiran maka sungguh ia telah mengantarkan dirinya kepada kemurkaan dan kemarahan Allah.” [Ahkaam Ahli Dzimmah, 3/441]

:construction: DIANTARA DALIL KUFURNYA DAN HARAMNYA MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL ADALAH KESEPAKATAN (IJMA') ULAMA

Al-Imam Al-'Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

“Adapun mengucapkan Selamat terhadap simbol-simbol kekafiran yang merupakan ciri khususnya, maka hukumnya haram berdasarkan kesepakatan ulama, seperti seseorang mengucapkan Selamat terhadap hari raya orang-orang kafir dan puasa mereka, contohnya ia mengatakan: Semoga Hari Raya ini menjadi berkah bagimu, atau Semoga engkau bahagia dengan Hari Raya ini, dan yang semisalnya. Maka dengan sebab ucapannya ini, andai ia selamat dari kekafiran maka ia tidak akan lepas dari perbuatan yang haram.” [Ahkaam Ahli Dzimmah, 1/441]

Sumber: https://web.facebook.com/sofyanruray.info/posts/913285512154265

:e-mail:Join Telegram :https://t.me/ilmusyar1
:calling:Join Whatsapp :http://bit.ly/2Z8eRuJ

:recycle: Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.

RENUNGAN UNTUK UMAT NASRANI YANG BERKEYAKINAN ALLAH MEMILIKI ANAK

RENUNGAN UNTUK UMAT NASRANI YANG BERKEYAKINAN ALLAH MEMILIKI ANAK

:white_check_mark: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

لَا أَحَدَ أَصْبَرُ عَلَى أَذًى يَسْمَعُهُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، إِنَّهُ يُشْرَكُ بِهِ، وَيُجْعَلُ لَهُ الْوَلَدُ، ثُمَّ هُوَ يُعَافِيهِمْ وَيَرْزُقُهُمْ

“Tidak ada satu pun yang lebih sabar dari Allah ‘azza wa jalla atas ucapan jelek yang ia dengarkan, sungguh Dia dipersekutukan dan dianggap memiliki anak, kemudian Dia senantiasa memberi nikmat dan rezeki kepada mereka.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim, dan ini lafaz Muslim, dari Abu Musa Al-‘Asy’ari radhiyallahu’anhu]

:memo: #BEBERAPA_PELAJARAN:

1) Sangat besar murka Allah jalla wa ‘ala atas orang-orang yang menyekutukan-Nya dan mengatakan Dia memiliki anak, karena mereka telah merendahkan-Nya padahal Dia senantiasa menganugerahkan nikmat dan rezeki kepada mereka.

2) Menyekutukan Allah adalah perendahan terhadap-Nya karena hakikat kesyirikan adalah menyamakan Allah yang Maha Besar lagi Maha Mulia dengan mahkluk yang lemah lagi hina, serta penentangan terhadap-Nya yang telah memerintahkan untuk mentauhidkan-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.

3) Mengatakan Allah memiliki anak juga perendahan terhadap-Nya karena itu berarti menyamakan Allah dengan makhluk yang butuh kepada istri dan anak, maka tidaklah patut bagi umat Islam untuk mengucapkan "Selamat Natal" apalagi turut serta merayakan dan membantu perayaan kekafiran dan perendahan terhadap Allah ta’ala tersebut.

:arrow_right: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

“Allah ta’ala berfirman: Anak Adam mendustakan Aku padahal itu tidak patut baginya, ia juga mencaciku padahal itu tidak patut baginya. Adapun pendustaannya kepada-Ku adalah ia menyangka bahwa Aku tidak mampu menghidupkannya kembali seperti sebelumnya, sedangkan caciannya kepada-Ku adalah ia berkata bahwa Aku memiliki anak, Maha Suci Aku dari memiliki istri dan anak.” [HR. Al-Bukhari dari Ibnu Abbas radhiyallaahu’anhuma]

4) Renungan bagi umat Nasrani untuk bertaubat kepada Allah ta’ala dengan masuk Islam dan memurnikan ibadah hanya kepada Allah ta’ala semata serta tidak mengatakan Allah memiliki anak, karena Allah ta’ala Dia-lah satu-satunya sesembahan yang benar, Dia tidak seperti makhluk yang beranak dan diperanakan, bahkan Nabi Isa ‘alaihissalaam yang kalian sebut Yesus pun telah memerintahkan kalian untuk beribadah kepada Allah semata.

:arrow_right: Perhatikanlah ayat berikut ini,

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putra Maryam", padahal Al-Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” [Al-Maidah: 72]

5) Secara akal sehat, seorang manusia seperti Nabi ‘Isa ‘alaihissalaam yang kalian sebut Yesus tidaklah patut disembah, karena beliau hanya manusia biasa seperti kita juga yang lahir dari rahim seorang ibu dan kelak akan wafat, bahkan kalian menyadari ia adalah manusia yang dilahirkan sehingga kalian merayakan hari kelahirannya walau ia sendiri tidak pernah memerintahkan kalian untuk merayakannya. Andai beliau pantas disembah karena lahir tanpa ayah maka sungguh Nabi Adam ‘alaihissalaam yang lebih patut disembah karena beliau lahir tanpa ayah dan ibu sekaligus.

:arrow_right: Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.” [Ali Imron: 59]

Sumber: https://web.facebook.com/sofyanruray.info/posts/914387668710716

:e-mail:Join Telegram :https://t.me/ilmusyar1
:calling:Join Whatsapp :http://bit.ly/2Z8eRuJ

:recycle: Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.

┈┈┈┈◈❆◉❒  :books:  ❒◉❆◈┈┈┈┈
Facebook
:clipboard: RENUNGAN UNTUK UMAT NASRANI YANG BERKEYAKINAN ALLAH MEMILIKI ANAK بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ :white_check_mark: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam b...
239
[1:01:09 PM]BELAJAR ILMU SYAR'I:
:books: Kajian Kitab AdDaa' wa AdDawaa'. (penyakit dan obat) Penulis : Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah, rahimahullah

:loud_sound:Audio ke 026
:headphones: Dampak-dampak maksiat
🎙 Pemateri :
:bust_in_silhouette:Ustadz Luthfi Abdul Jabbar, hafizhahullah

:envelope_with_arrow:Join Telegram :
https://t.me/ilmusyar1
:calling:Join Whatsapp :http://bit.ly/2MBAFgq
:inbox_tray:Link Arsip audio :http://bit.ly/2ZTKsku

_Bersambung Insya allah_
•••━══ ❁✿❁ ══━•••

--- 
Wednesday, December 18, 2019 ---

Siapa Ulama yang Membolehkan Ucapan Selamat Natal?

Siapa Ulama yang Membolehkan Ucapan Selamat Natal?

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Untuk kesekian kalinya, kelompok liberal mempertanyakan, mana dalil yang melarang ucapan selamat natal? Mengucapkan selamat natal termasuk bentuk bersikap baik kepada penganut agama lain yang Allah perintahkan, mengapa mesti dilarang? (Baca: Toleransi Salah Kaprah: Fenomena Topi Natal)
Di tempat kita selalu terjadi polemik tentang hukum ucapan selamat natal. Ratusan tokoh dengan latar belakang yang beraneka ragam, masing-masing urun pendapatnya. Dan secara umum dapat kita kelompokkan menjadi 2 pendapat, antara membolehkan dan melarang sama sekali.
Pendapat yang membolehkan, diwakili para tokoh JIL (apapun organisasinya) dan beberapa ustad yang kecipratan pemikiran liberal.
Sementara pendapat melarang, menjadi konsensus tokoh agama ahlus sunah, yang komitmen dengan dengan kebenaran, sekalipun dianggap anti-toleransi. Sekalipun tuduhan ini bermula dari ketidak-pahaman penuduh tentang makna toleransi.

JIL itu Munafiq

JIL selalu memposisikan diri tampil beda dengan umumnya ajaran islam. Semakin menyimpang dari ajaran islam, semakin dibela oleh JIL dengan berbagai interpretasinya. Bagi anda yang sering online dengan berita pemikiran, akan merasa capek dengan berbagai pemikiran aneh si Ulil bersama komplotannya.
Ingatan kita belum lapuk dengan peristiwa pelecehan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari mulai gambar karikatur, hingga film innocent. Di saat semua muslim marah dengan semua tindakan penistaan nabi itu, JIL tampil memukau dengan mengaburkan kaum muslimin bahwa sejatinya semua itu bukan termasuk bentuk penistaan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Disaat semua kaum muslimin menolak konser lady gaga di indonesia, JIL tampil terdepan mendukung terselenggaranya konser dewi wts itu.
Di saat semua muslim menolak pagelaran miss universe, JIL menjadi garda depan yang mendukung berlangsungnya acara pameran aurat ini.
Prinsip mereka sama persis dengan karakter orang munafiq. Semua kebenaran yang diajarkan islam, mari kita tolak, atau minimal dikritik. Sebaliknya, setiap kesesatan yang dilawan islam, mari kita bela, atau minimal mengurangi peran kaum muslimin dalam menolaknya. Namun jangan terang-terangan memusuhi Nabi dan kaum muslimin.
الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُم مِّن بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. Sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka saling menyuruh membuat yang munkar dan saling melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya (sangat pelit). (QS. At-Taubah: 67).
Prinsip ini 100% sama dengan prinsip JIL yang berkembang di negara kita. Apapun yang sesuai ajaran islam, mari kita buat samar-samar. Dan apapun yang menyimpang dari ajaran islam, mari kita bela dan kita dukung. Tapi KTP harus tetap islam. Merekalah orang munafik…

Keberadaan JIL Menjadi Standar

Jika naluri sehat manusia masih jalan, kita bisa dengan mudah menjadikan keberadaan JIL sebagai standar dalam setiap kasus dan polemik. Dengan karakter dasar mereka, yaitu amar munkar nahi ma’ruf (membela kemungkaran dan mencegah yang makruf), kita bisa jadikan posisi mereka sebagai tolak ukur pendapat yang benar.
Di saat tokoh liberal berpendapat, boleh mengucapkan selamat natal, bukankah ini bagian dari prinsip membela kemungkaran dan mencegah yang makruf?
Ketika tokoh liberal menganjurkan ucapan selamat natal (Baca: Hukum Promo Diskon Ketika Natal), akankah anda berpihak kepada mereka?
Ketika tokoh liberal membolehkan ikut natalan, sudikah anda mengikuti pedapat mereka?
Cukup dengan latar belakang karakter mereka, amar munkar nahi ma’ruf, kita bisa menilai bahwa umumnya yang mereka teriakkan bisa dipastikan bertentangan dengan islam.

Ijma’ (Konsensus) Ulama

Lain dengan tokoh liberal, para ulama berprinsip bahwa sebatas ucapan selamat natal hukumnya haram. Dan bahkan ini menjadi kesepakatan mereka (Baca: Fatwa MUI dan Sikap Ulama Terhadap Natal). Imam Ibnu Qoyim al-Jauziyah menyatakan,
وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم فيقول عيد مبارك عليك أو تهنأ بهذا العيد ونحوه فهذا إن سلم قائله من الكفر فهو من المحرمات وهو بمنزلة أن يهنئه بسجوده للصليب بل ذلك أعظم إثما عند الله وأشد مقتا من التهنئة بشرب الخمر وقتل النفس وارتكاب الفرج الحرام ونحوه
Memberi ucapan selamat terhadap syiar orang kafir yang menjadi ciri khas mereka, hukumnya haram dengan sepakat ulama. Misalnya, memberi ucapan selamat untuk hari raya mereka atau ibadah puasa mereka, misalnya dengan kita mengatakan, ‘merry christmas’ atau selamat natal atau ucapan lainnya. Kalimat semacam ini, meskipun orang yang mengucapkannya tidak dihukumi kafir, namun ini termasuk melanggar yan haram. Sama halnya memberi ucapan selamat bagi orang yang sujud kepada salib. Bahkan dosanya lebih besar dan lebih dimurkai Allah, dari pada anda memberi ucapan selamat kepada  peminum khamr, atau pembunuh, atau zina dan dosa lainnya. (Ahkam ahli ad-Dzimmah, 1/441)
Imam Ibnu Qoyim al-Jauziyah hidup tahun 700an hijriyah, dan beliau wafat tahun 751 H. Itu artinya, kesepakatan ulama yang beliau sampaikan adalah kesepakatan ulama generasi sebelum beliau.
Baik, kita bisa membandingkan, ketika para ulama bersikap TIDAK untuk ucapan selamat natal, akankah anda meninggalkannya dan lebih berpihak kepada tokoh liberal?
اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه
Ya Allah tampakkanlah kepada kami kebenaran sebagai kebenaran, dan berilah kami kekuatan untuk mengikutinya. Dan tampakkanlah kepada kami kesesatan sebagai kesesatan, dan berilah kami taufiq untuk menjauhinya.
Allahu a’lam.
Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)


Read more https://konsultasisyariah.com/24051-siapa-ulama-yang-membolehkan-ucapan-selamat-natal.html

Bertamu untuk Mengucapkan Selamat Natal

Bolehkah bertamu pada non muslim untuk mengucapkan selamat natal? Kebiasaan seperti ini masih dilakukan di sebagian tempat apalagi yang berada di tempat yang mayoritas tetangganya adalah Nashrani. Hal ini pun kita temukan pada sebagian pegawai ketika mengucapkan selamat natal pada atasannya yang non muslim.

Bertamu dan Bertandang

Bertamu dan bertandang adalah suatu hal yang baik. Yang kita kunjungi tentu saja orang-orang yang baik. Dalam sebuah ayat dalam Al Quran disebutkan,

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya” (QS. Al Kahfi: 28). Ayat ini dibawakan oleh Imam Nawawi rahimahullah dalam kitab yang beliau susun, yaitu kitab Riyadhus Sholihin. Beliau membawakan ayat ini pada bab mengenai perintah berkunjung pada orang-orang yang baik.
Tentang ayat di atas, Syaikh As Sa’di rahimahullah berkata, “Ayat tersebut berisi perintah untuk bersahabat dengan orang-orang yang baik, bersungguh-sungguh mencari teman-teman yang baik. Hendaklah banyak bergaul dengan orang yang baik walau mereka miskin karena banyak faedah yang tak terhitung kala berinteraksi dengan mereka.” (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 475).
Dalam hadits, kita juga diperintahkan untuk mencari teman-teman yang baik. Dari Abu Sa’id, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِىٌّ
Janganlah bersahabat kecuali dengan orang beriman. Janganlah yang memakan makananmu melainkan orang bertakwa.” (HR. Abu Daud no. 4832 dan Tirmidzi no. 2395. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Al ‘Azhim Abadi menyatakan hadits yang dimaksud adalah dilarang bersahabat dengan orang kafir dan munafik karena berteman dengan mereka hanyalah membahayakan agama seseorang. (‘Aunul Ma’bud, 13: 115)

Bertamu untuk Mengucapkan Selamat Natal

Kalau bertamu dengan tujuan untuk mengucapkan selamat natal, nah inilah yang bermasalah. Karena kala itu termasuk menyatakan dukungan pada non muslim. Jika ada yang melihat ada orang yang berzina lantas kita bertandang ke tempatnya untuk mengucapkan selamat, seperti itu tidak boleh. Apalagi jika ucapan selamat ini berkaitan dengan ritual kekufuran agama lain. Dan kita tahu bahwa ucapan selamat natal sama saja dengan menyatakan selamat kalau Allah memiliki anak. Padahal jika meyakini Allah itu memiliki anak, itu jelas kekufuran. Kalau mengucapkan selamat natal saja tanpa keyakinan seperti itu, maka tetap haram. Lihat bahasan Rumaysho.Com: Selamat Natal, Selamat Atas Kelahiran Anak Tuhan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin pernah ditanya, “Apakah diperbolehkan pergi ke tempat pastur (pendeta), lalu kita mengucapkan selamat Natal dengan tujuan untuk menjaga hubungan atau melakukan kunjungan?”
Beliau rahimahullah menjawab,
Tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir, lalu kedatangannya ke sana ingin mengucapkan selamat hari raya, walaupun itu dilakukan dengan tujuan agar terjalin hubungan atau sekedar memberi selamat (salam) padanya. Karena terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ
Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashrani dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167)
Adapun dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkunjung ke tempat orang Yahudi yang sedang sakit ketika itu, ini dilakukan karena dulu ketika kecil, Yahudi tersebut pernah menjadi pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala Yahudi tersebut sakit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya dengan maksud untuk menawarkannya masuk Islam. Akhirnya, Yahudi tersebut pun masuk Islam.
Bagaimana mungkin perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengunjungi seorang Yahudi untuk mengajaknya masuk Islam, kita samakan dengan orang yang bertandang ke non muslim untuk menyampaikan selamat hari raya untuk menjaga hubungan?! Tidaklah mungkin kita samakan seperti ini kecuali hal ini dilakukan oleh orang yang jahil dan hanya mengikuti hawa nafsu. (Fatwa Ulama: Seputar Merayakan Natal)

Toleransi yang Benar, Biarkan Mereka Berhari Raya

Intinya, di antara kaum muslimin lebih-lebih yang hidup di lingkungan non muslim sampai hati mengucapkan selamat natal. Dan ini diyakini sebagai bentuk toleransi. Padahal toleransi dalam Islam adalah membiarkan non muslim merayakan perayaan mereka, tanpa kita ikut campur dan tanpa kita memberi ucapan selamat. Ingat prinsip yang diajarkan pada kita,
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (QS. Al Kafirun: 6).
Tugas kita adalah menjauh dari perayaan non muslim, bukan turut serta. Umar berkata,
اجتنبوا أعداء الله في أعيادهم
“Jauhilah musuh-musuh Allah di perayaan mereka.” Demikian apa yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam Ahkam Ahli Dzimmah, 1: 723-724.
Tak takutkah kita pada murka Allah?
Beda halnya jika yang dikunjungi adalah kekasih Allah dari kalangan orang beriman. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ عَادَ مَرِيضًا أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِى اللَّهِ نَادَاهُ مُنَادٍ أَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلاً
Barangsiapa yang menengok orang sakit atau mengunjungi saudarnya karena Allah, maka ada dua malaikat yang menyeru dan mendoakan, “Engkau sudah baik dan baik pula perjalananmu, maka sudah disiapkan tempatmu di surga.” (HR. Tirmidzi no. 2008. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits tersebut hasan ghorib).
Semoga Allah memberi hidayah.
Selesai disusun di Panggang, Gunungkidul, 24 Safar 1436 H
Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal


Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho: 
https://rumaysho.com/9873-bertamu-untuk-mengucapkan-selamat-natal.html

JIKA NATAL TIBA, ADA PELUANG BESAR UNTUK MENDAKWAHI UMAT KRISTEN

JIKA NATAL TIBA, ADA PELUANG BESAR UNTUK MENDAKWAHI UMAT KRISTEN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

:construction: Di bulan Desember, seperti biasa ada hiruk pikuk umat Kristen merayakan natal, anehnya sebagian muslim pun ikut-ikutan 'heboh' dengan pernak-pernik natal dan mengucapkan Selamat natal.

Padahal di hari-hari inilah terdapat salah satu peluang dakwah yang sangat besar bagi umat Islam terhadap orang Kristen, yaitu dengan mengajak mereka memikirkan fakta-fakta berikut ini:

1. Di hati kecil umat Kristen meyakini bahwa Yesus itu adalah manusia dan bukan Tuhan yang patut disembah. Buktinya mereka meyakini beliau adalah seseorang yang dilahirkan, bahkan mereka merayakan hari kelahirannya.

2. Logikanya apabila Yesus dilahirkan maka beliau adalah manusia yang diciptakan dan bukan Pencipta. Sedang yang patut disembah hanyalah Sang Pencipta.

Dan apabila beliau dilahirkan maka beliau butuh terhadap Tuhan yang sebenarnya untuk menjadikannya lahir melalui rahim seorang ibu. Sebagaimana beliau juga butuh kepada-Nya untuk memberi beliau makan. Sama dengan manusia lainnya yang juga makan makanan.

3. Fakta bahwa umat Kristen meyakini Yesus adalah seseorang yang dilahirkan, dan sebelum kelahirannya dunia telah ada, serta umat manusia telah hidup sekian lama, kalau begitu siapakah Tuhan yang menciptakan dunia dan isinya sebelum kelahiran Yesus? Siapakah Tuhan yang patut disembah manusia sebelum kelahiran Yesus?

Jawabannya tentu bukan Yesus, karena ketika itu beliau belum lahir dan belum dikenal. Maka tidak patut menyembah beliau. Yang patut disembah adalah Tuhan yang menciptakan beliau dan seluruh makhluk.

4. Apabila mereka mengatakan bahwa Yesus patut disembah walau beliau manusia yang dilahirkan tapi beliau bukan manusia biasa, buktinya beliau lahir dari seorang perawan suci tanpa bapak dan tanpa ada seorang lelaki pun yang menggaulinya?

Jawabannya sederhana tapi dahsyat, yaitu: Kalau itu alasannya maka Nabi Adam 'alaihissalaam lebih patut untuk disembah, sebab beliau diciptakan ke dunia bukan saja tanpa bapak tetapi juga tanpa ibu.

5. Katakan juga kepada mereka kapankah Yesus pernah mengatakan Aku-lah Tuhan Sang Pencipta yang patut disembah? Niscaya mereka tidak akan mendapatkan satu ayat atau sebuah bukti pun di dalam kitab mereka.

Dan inilah salah satu tanda kekuasaan Allah yang tersisa dalam kitab mereka, yaitu meski mereka telah menambah dan mengurangi kitab Injil yang Allah turunkan, tapi mereka tidak berhasil menambah satu atau setengah ayat pun yang tegas menyatakan bahwa Yesus mengaku sebagai Tuhan yang pantas disembah.

:arrow_right: Lalu dari mana mereka mengadopsi keyakinan ini?

:computer: Baca Selengkapnya:
1. https://web.facebook.com/sofyanruray.info/posts/912990912183725

2. http://sofyanruray.info/jika-natal-tiba-ada-peluang-besar-untuk-mendakwahi-umat-kristen/

:e-mail:Join Telegram :https://t.me/ilmusyar1
:calling:Join Whatsapp :http://bit.ly/2Z8eRuJ

:recycle: Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.

KESEPAKATAN ULAMA: HARAM MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL

KESEPAKATAN ULAMA: HARAM MENGUCAPKAN SELAMAT NATAL

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Saudaraku rahimakumullaah, sesungguhnya ulama Islam dari seluruh mazhab telah sepakat bahwa haram hukumnya seorang muslim mengucapkan selamat terhadap hari raya orang kafir.

Apalagi ikut membantu, menyambut, memeriahkan dan merayakannya, maka dosanya lebih besar. Bahkan termasuk kekafiran apabila disertai dengan persetujuan terhadap kekafiran yang mereka lakukan.

Al-Imam Al-‘Allaamah Ibnul Qoyyim rahimahullah menukil ijma’ ulama Islam,

وَأَمَّا التَّهْنِئَةُ بِشَعَائِرِ الْكُفْرِ الْمُخْتَصَّةِ بِهِ فَحَرَامٌ بِالِاتِّفَاقِ مِثْلَ أَنْ يُهَنِّئَهُمْ بِأَعْيَادِهِمْ وَصَوْمِهِمْ، فَيَقُولَ: عِيدٌ مُبَارَكٌ عَلَيْكَ، أَوْ تَهْنَأُ بِهَذَا الْعِيدِ، وَنَحْوَهُ، فَهَذَا إِنْ سَلِمَ قَائِلُهُ مِنَ الْكُفْرِ فَهُوَ مِنَ الْمُحَرَّمَاتِ

“Adapun mengucapkan Selamat terhadap simbol-simbol kekafiran yang merupakan ciri khususnya, maka hukumnya haram berdasarkan kesepakatan ulama, seperti seseorang mengucapkan Selamat terhadap hari raya orang-orang kafir dan puasa mereka, contohnya ia mengatakan: Semoga Hari Raya ini menjadi berkah bagimu, atau Semoga engkau bahagia dengan Hari Raya ini, dan yang semisalnya. Maka dengan sebab ucapannya ini, andai ia selamat dari kekafiran maka ia tidak akan lepas dari perbuatan yang haram.” [Ahkaam Ahli Dzimmah, 1/441]

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata,

تهنئة الكفار بعيد الكريسمس أو غيره من أعيادهم الدينية حرام بالاتفاق

“Memberi Selamat kepada orang-orang kafir dalam Perayaan Natal atau perayaan agama mereka yang lainnya adalah haram menurut kesepakatan ulama.” [Al-Fatawa, 3/45]

KESEPAKATAN ULAMA: HARAM MEMBANTU, MEMERIAHKAN DAN MENGHADIRI PERAYAAN NATAL

Al-Imam Al-‘Allaamah Ibnul Qoyyim rahimahullah menukil kesepakatan ulama,

وَكَمَا أَنَّهُمْ لَا يَجُوزُ لَهُمْ إِظْهَارُهُ فَلَا يَجُوزُ لِلْمُسْلِمِينَ مُمَالَاتُهُمْ عَلَيْهِ وَلَا مُسَاعَدَتُهُمْ وَلَا الْحُضُورُ مَعَهُمْ بِاتِّفَاقِ أَهْلِ الْعِلْمِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُهُ. وَقَدْ صَرَّحَ بِهِ الْفُقَهَاءُ مِنْ أَتْبَاعِ الْأَئِمَّةِ الْأَرْبَعَةِ فِي كُتُبِهِمْ

“Sebagaimana tidak boleh bagi kaum musyrikin untuk menampakkan perayaan mereka, demikian pula tidak boleh bagi kaum muslimin untuk membantu, menolong dan ikut hadir dalam perayaan mereka berdasarkan kesepakatan ahlul ‘ilmi (ulama) yang benar-benar ahli. Dan para ahli fikih dari empat mazhab telah menegaskan hukum haramnya dalam buku-buku mereka.” [Ahkaam Ahli Dzimmah, 2/1245]

Maka mengucapkan Selamat Natal atau ikut membantu, menyambut dan merayakannya BUKAN TOLERANSI, tetapi pelanggaran berat terhadap syari'at menurut kesepakatan ulama Islam.

TIDAK BOLEH MENYELISIHI KESEPAKATAN ULAMA

Apabila ulama telah sepakat (ijma'), maka tidak boleh siapa pun menyelisihi ijma' tersebut, dan tidak boleh bagi kita mengikuti pendapat yang menyelisihi ijma', karena ijma’ adalah hujjah dalam agama, telah pasti kebenarannya, dan yang menyelisihinya pasti keliru.

Allah 'azza wa jalla berfirman,

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” [An-Nisa: 115]

Simak #Video_Pendek On YouTube: https://youtu.be/PiGvv_28wWE

Simak Juga "Mengapa Muslim Tidak Boleh Mengucapkan Selamat Natal" https://youtu.be/EOZsWyTOgCo

GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM

Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah

Telegram:
http://t.me/taawundakwah
https://t.me/kaidahtauhid

WAG:
wa.me/628111833375
wa.me/628111377787

#Yuk_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Siapa menunjukkan satu kebaikan, ia akan dapat pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim]