Manfaatkan masa mudamu sebelum masa tuamu. Kau Isi Apa Waktumu? Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah membuat suatu garis lalu beliau bersabda: "Ini adalah cita-citanya, dan ini adalah ajalnya, ketika seseorang seperti itu (dalam cita-citanya), maka datanglah garis yang lebih dekat (yaitu ajalnya)." [Hr.Bukhori No.5939]
Tampilkan postingan dengan label Pena Emas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pena Emas. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 02 Maret 2013
Untukmu Wahai Engkau Kekasihku
keteguhan dan petunjuk kepada Allooh Ta'ala, niscaya ia tidak akan mampu berdiri sendiri, menghadapi angin yang bertiup di masyarakat yang menyimpang dari syari'at agama yang tentu saja berpengaruh kepada diri wanita itu. Karena itu wanita sholihah harus memohon kepada Robb-nya agar membersihkan dirinya dan memperbaiki hatinya. Karena hati manusia itu berada di antara dua jari jemari Ar-Rohman. Dia membolak- balikkannya bagaimana saja Dia menghendaki. Jika kita tidak memohon keteguhan dari-Nya, hati tersebut akan menyimpang dan keadaan kita memburuk. Kenyataan membuktikan hal demikian, dengan banyak contoh kita bis amelihat dan sebagian lagi kita dengarkan. Ada wanita yang dulunya beriman kuat, berilmu mantap, berkepribadian tenang, namun di suatu hari keadaan berbalik menjadi sesuatu yang tidak terpuji akibatnya. Persoalan hati dan keselamatannya sangat tergantung kepada Allooh Ta'ala, Dia meneguhkan siapa saja yang Dia kehendaki, memberi petunjuk siapa saja yang Dia kehendaki dan menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki. Seluruh urusan berada di tangan-Nya saja. |
Sebuah Kerinduan untuk Obat Penawar Qalbu yang Sedih
Setiap orang yang kutemui mengeluhkan dunianya.
Oh,, andai kutahu, punya siapakah ini dunia?
Peristiwa sedih di dunia bermacam-macam warnanya.
Zaman berisi kesenangan-kesenangan, dan berisi kesedihan-kesedihan.
Dunia ini tak akan pernah biarkan
Siapa pun hidup berkelanjutan.
Siapa pun tak pernah selamanya ada dalam satu keadaan yang tak berbeda.
Bersabarlah atas takdir yang telah ditentukan, dan terimalah ia dengan penuh kerelaan, meskipun takdir datang kepadamu membawa sesuatu yang tidak suka.
Tak ada penghidupan yang jernih semata menggembirakan manusia, kecuali pada suatu ketika ada kekeruhan mengikuti kejernihannya.
Segala sesuatu berjalan sesuai qadha yang ditentukan.
Dan, di balik segala peristiwa ada yang disukai dan ada yang tidak disukai.
Apa yang selama ini aku khawatirkan
Barangkali justru menyenangkan.
Dan apa yang selama ini harapkan barangkali justru menyedihkan.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." (QS. al-Baqarah: 216)
Hadapkan permasalahanmu kepada Allah yang telah menciptamu. Manusia semua sama lemah, miskin penuh kekurangan ... tidak perlu dunia tahu permasalahanmu. Jangan tampakkan kelemahanmu di hadapan manusia, tampakkan kelemahanmu dan kehinaan di hadapan Allah saja.
"Sesungguhnya aku hanya akan mengadukan kesusahan dan kesedihanku kepada Allah". (QS. Yusuf: 86)
Tahukah kita ?
Memperbanyak keluhan dihadapan manusia hanya akan berefek banyaknya dilecehkan,...
Karena kita mengeluh dihadapan makhluk yang memiliki nafsu, berbeda dengan mengeluh dihadapan Rabb Kita .. yang mana itu menjadi sebuah do'a ..."
"Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya." (QS. Ghafir/ Al-Mu'min: 44)
"Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sesungguhnya Rabb kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri; Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya, di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu." (QS.Fathir: 34-35)
Oh,, andai kutahu, punya siapakah ini dunia?
Peristiwa sedih di dunia bermacam-macam warnanya.
Zaman berisi kesenangan-kesenangan, dan berisi kesedihan-kesedihan.
Dunia ini tak akan pernah biarkan
Siapa pun hidup berkelanjutan.
Siapa pun tak pernah selamanya ada dalam satu keadaan yang tak berbeda.
Bersabarlah atas takdir yang telah ditentukan, dan terimalah ia dengan penuh kerelaan, meskipun takdir datang kepadamu membawa sesuatu yang tidak suka.
Tak ada penghidupan yang jernih semata menggembirakan manusia, kecuali pada suatu ketika ada kekeruhan mengikuti kejernihannya.
Segala sesuatu berjalan sesuai qadha yang ditentukan.
Dan, di balik segala peristiwa ada yang disukai dan ada yang tidak disukai.
Apa yang selama ini aku khawatirkan
Barangkali justru menyenangkan.
Dan apa yang selama ini harapkan barangkali justru menyedihkan.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." (QS. al-Baqarah: 216)
Hadapkan permasalahanmu kepada Allah yang telah menciptamu. Manusia semua sama lemah, miskin penuh kekurangan ... tidak perlu dunia tahu permasalahanmu. Jangan tampakkan kelemahanmu di hadapan manusia, tampakkan kelemahanmu dan kehinaan di hadapan Allah saja.
"Sesungguhnya aku hanya akan mengadukan kesusahan dan kesedihanku kepada Allah". (QS. Yusuf: 86)
Tahukah kita ?
Memperbanyak keluhan dihadapan manusia hanya akan berefek banyaknya dilecehkan,...
Karena kita mengeluh dihadapan makhluk yang memiliki nafsu, berbeda dengan mengeluh dihadapan Rabb Kita .. yang mana itu menjadi sebuah do'a ..."
"Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya." (QS. Ghafir/ Al-Mu'min: 44)
"Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sesungguhnya Rabb kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri; Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya, di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu." (QS.Fathir: 34-35)
Diantara tanda cinta dan kasih sayangku
Inilah Bukti cintaku padamu...
Mencintai dan menyayangi bukanlah sebuah perkara yang mudah. Lisan boleh saja berkata “Aku mencintai dia” , bibir boleh saja berucap “Aku menyayanginya” .
Tapi tahukah anda, diantara tanda tanda cinta dan kasih sayang yang tulus itu apa ?
Baiklah saya akan coba kupas ..
Diantara tanda cinta dan sayang bukanlah sekedar memanjakan, memenuhi semua keinginannya, melainkan ada sesuatu yang jauh lebih penting dari hal tersebut, yaitu berharap orang yang kita cintai dan sayangi itu menjadi baik, berusaha menjaganya agar tidak terjebak kedalam perkara yang membuat harga dirinya jatuh, ..
Ya… seseorang yang mencintai dan menyayangi dengan tulus , bisa dilihat dari sisi sejauh mana kepeduliannya kepada anda disaat anda salah, disaat anda terjebak. Dia akan peduli kepada anda, dia akan menasehati anda , agar tidak menjadi orang yang galau, orang yang asal meluapkan kekesalan melalaui status statusnya, dan menjadi orang yang asal melakukan sesuatu dengan emosi tanpa pertimbangan sisi kebaikan.
Jika dia seorang teman, maka dia akan mendampingimu disaat anda memiliki masalah, dia akan peduli, dia akan berusaha mencari jalan membantumu
Jika dia seorang suami, maka dia akan menegurmu jika engkau memamerkan auratmu, dia akan merasa wajib melindungimu dari pandangan mata yang jahat, dia akan menyuruhmu agar tubuh indahmu hanya nampak dan terilihat disaat bersamanya saja. Dia takkan rela melihatmu melanggar aturan-aturanNya…
Disaat engkau galau dan menulis status status keluh kesah yang membeberkan aib, maka dia akan menasehatimu agar engkau mampu menahan diri dan bersabar atas ujiannya, dia tak berharap engkau disepelekan hanya karena nampak sikap cengeng dan kekanak kanakkan mu, dia tak rela jika engkau dipandang hina, dia akan peduli dan peduli serta terus menerus mengajakmu menjadi lebih baik..
Intinya, kepedulian, sayang, cinta dan perhatian serta menginginkan kebaikan itu akan bisa engkau lihat dan rasakan, melalui nasehatnya melalui sikapnya. Seseorang yang tak peduli, dia akan membiarkanmu jatuh dan terpuruk, dia takkan peduli apapun yang terjadi denganmu,.. berbeda dengan orang yang tulus menyayangi dan mencintaimu, dia akan berada disampingmu sekalipun engkau berkata : “pergilah aku tak membutuhkanmu…!”
Rasa sayang dan cintanya akan mengalahkan egoisme nya, karena yang mencintai selalu siap berkorban bagi yang dicintainya .. karena korban itulah tanda keikhlasan, tanda kasih sayang dan perhatian, …
Seseorang yang mencintai dan menyayangimu dengan tulus, maka dia akan menangis disaat engkau berkubang kesalahan, dia akan sakit disaat engkau terlena, dia akan bersedih disaat engkau tak mengindahkan nasehatnya, maka kawan yang baik, bukanlah kawan yang siap disaat engkau punya dana dan serba ada, tapi kawan yang bisa mendampingimu disaat engkau jatuh dan terluka, kawan yang mampu menggerakkan lidahnya menyampaikan nasehat disaat engaku lupa segalanya …
Maka jika aku tak mencintai dan menyayangimu wahai saudaraku se iman, maka tentu aku takkan menyampaikan hal ini padamu, takkan mengingatkanmu melalui tulisan ini, takkan menjabarkan apa tanda cinta dan sebuah makna kasih sayang … .. maka bisakah engkau merasakan kasih sayang dan cintaku ini ? Tak perlu dijawab ya …
Cari cinta sejatimu, dan jangan tinggalkan dia …
Semoga Allah memberkahi kalian wahai saudaraku …
My the best friend
Mencintai dan menyayangi bukanlah sebuah perkara yang mudah. Lisan boleh saja berkata “Aku mencintai dia” , bibir boleh saja berucap “Aku menyayanginya” .
Tapi tahukah anda, diantara tanda tanda cinta dan kasih sayang yang tulus itu apa ?
Baiklah saya akan coba kupas ..
Diantara tanda cinta dan sayang bukanlah sekedar memanjakan, memenuhi semua keinginannya, melainkan ada sesuatu yang jauh lebih penting dari hal tersebut, yaitu berharap orang yang kita cintai dan sayangi itu menjadi baik, berusaha menjaganya agar tidak terjebak kedalam perkara yang membuat harga dirinya jatuh, ..
Ya… seseorang yang mencintai dan menyayangi dengan tulus , bisa dilihat dari sisi sejauh mana kepeduliannya kepada anda disaat anda salah, disaat anda terjebak. Dia akan peduli kepada anda, dia akan menasehati anda , agar tidak menjadi orang yang galau, orang yang asal meluapkan kekesalan melalaui status statusnya, dan menjadi orang yang asal melakukan sesuatu dengan emosi tanpa pertimbangan sisi kebaikan.
Jika dia seorang teman, maka dia akan mendampingimu disaat anda memiliki masalah, dia akan peduli, dia akan berusaha mencari jalan membantumu
Jika dia seorang suami, maka dia akan menegurmu jika engkau memamerkan auratmu, dia akan merasa wajib melindungimu dari pandangan mata yang jahat, dia akan menyuruhmu agar tubuh indahmu hanya nampak dan terilihat disaat bersamanya saja. Dia takkan rela melihatmu melanggar aturan-aturanNya…
Disaat engkau galau dan menulis status status keluh kesah yang membeberkan aib, maka dia akan menasehatimu agar engkau mampu menahan diri dan bersabar atas ujiannya, dia tak berharap engkau disepelekan hanya karena nampak sikap cengeng dan kekanak kanakkan mu, dia tak rela jika engkau dipandang hina, dia akan peduli dan peduli serta terus menerus mengajakmu menjadi lebih baik..
Intinya, kepedulian, sayang, cinta dan perhatian serta menginginkan kebaikan itu akan bisa engkau lihat dan rasakan, melalui nasehatnya melalui sikapnya. Seseorang yang tak peduli, dia akan membiarkanmu jatuh dan terpuruk, dia takkan peduli apapun yang terjadi denganmu,.. berbeda dengan orang yang tulus menyayangi dan mencintaimu, dia akan berada disampingmu sekalipun engkau berkata : “pergilah aku tak membutuhkanmu…!”
Rasa sayang dan cintanya akan mengalahkan egoisme nya, karena yang mencintai selalu siap berkorban bagi yang dicintainya .. karena korban itulah tanda keikhlasan, tanda kasih sayang dan perhatian, …
Seseorang yang mencintai dan menyayangimu dengan tulus, maka dia akan menangis disaat engkau berkubang kesalahan, dia akan sakit disaat engkau terlena, dia akan bersedih disaat engkau tak mengindahkan nasehatnya, maka kawan yang baik, bukanlah kawan yang siap disaat engkau punya dana dan serba ada, tapi kawan yang bisa mendampingimu disaat engkau jatuh dan terluka, kawan yang mampu menggerakkan lidahnya menyampaikan nasehat disaat engaku lupa segalanya …
Maka jika aku tak mencintai dan menyayangimu wahai saudaraku se iman, maka tentu aku takkan menyampaikan hal ini padamu, takkan mengingatkanmu melalui tulisan ini, takkan menjabarkan apa tanda cinta dan sebuah makna kasih sayang … .. maka bisakah engkau merasakan kasih sayang dan cintaku ini ? Tak perlu dijawab ya …
Cari cinta sejatimu, dan jangan tinggalkan dia …
Semoga Allah memberkahi kalian wahai saudaraku …
My the best friend
Kenangan Untukmu
Akan datang suatu hari kematian menjemputku
Tinggallah segala apa yang telah kutulis
Owh .. andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku
Agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku
Serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku
Abuz Zubair Hawaary
Tinggallah segala apa yang telah kutulis
Owh .. andai saja setiap yang membacanya berdo’a untukku
Agar Allah Ta’ala melimpahkan ampunan untukku
Serta memaafkan kekurangan dan buruknya perbuatanku
Abuz Zubair Hawaary
::Curhat Aa' Pagi Hari::
1. Tau nggak, memang dimana-mana cowok demennya curhat ama cewek, dan sebaliknya cewek demen curhat sama cowok :)
2. alasannya sih katanya lebih seru (emangnya tinju) dan lebih terpercaya, alibi aja itu mah, bilang aja demen -_-
3. padahal curhat2an cowok-cewek itu bahaya, karna awal-awalnya sih bilang temen, lama-lama jadi demen
4. Alasannya sih "nganggep adik angkat", awalnya memang adik angkat, lama-lama temen dekat, trus melekat deh.. hehe.. ngaku ayo..
5. Walaupun kamu gak bilang kamu pacaran, kalo aktivitasmu begitu, ya sama-sama aja maksiatmu, eta-eta keneh (ceuk sunda mah)
6. Atau sekedar sms say hello, "udah maem blum", "udah mandi blum" >> halah, emaknya aja gak segitunya..
7. Tau gak, nafsu itu kayak magnet, berlaku hukum tarik menarik F = G x (Ma x Mb)/r2, gak ngerti ya, ckckck.. sini, mari Aa jelasin keterangan rumusnya :D
8. F = nafsu total, G = udah baligh, Ma = syahwat laki2, Mb = syahwat wanita, r = radius (jarak), andersten?
9. Jadi semakin deket cowok sama cewek, semakin bahayalah mereka, semakin mungkin baku syahwat diantara mereka, ancur nih..
10. Maka semakin kenceng akslerasi syahwat, maka semakin bahaya hasil akhirnya, apalagi syahwat kamu akslerasinya 100 km dlm 3 detik (wow!)
11. Allah yang ciptain kita tau bahwa kita punya syahwat, Dia yang ngasi, makanya sebelum nikah Dia perintah untuk jangan deket-deket lawan jenis
12. Rasul pun tau kita punya syahwat, maka sebelum akad jangan dekat, apalagi beduaan karena yang ketiganya pasti adalah setan -_-
13. Sekedar boncengan, pulang duaan, kerja kelompok bedua (kelompok apaan nih, ganda campuran?), semua tak diperkenankan, demi kita juga kok
14. walau kamu bilang kamu cuma teman, siapa yg jamin bukan TTM, teman tapi maling, eh salah, teman tapi mesra? gak ada yg jamin toh?
15. Apalagi Rasul bilang "nahnu nahkum bi dzhahir" (kami menghukumi yang tampak), bukan yg tersembunyi dalam hati, ya kan :)
16. Makanya dalam Islam, ikhwan dan akhwat aktivitasnya dipisah, bukan apa-apa, preventif lebih utama dari kuratif, cegah lebih baik dr beli obat
17. Dengan gitu niat terjaga dan amal pun terpelihara, apalagi kemuliaan dan kehormatan juga ikut terjaga, adem kan..
18. Apalagi jaman sekarang, dunia maya begitu serem, mantengin foto ikhwan / akhwat bukan perkara sulit kayak jaman dulu..
19. jaman Aa SMA mah, minta poto cewek setengah mati, jaman sekarang foto cewek berbagai gaya ada, yg mati setengah juga ada.. hehe..
20. chatting mudah, kontak mudah, tanpa sadar muda-mudi kita udah mulai terpapar bahaya dunia maya, gak terkecuali pengemban dakwah (nah loo)
21. "nggak kok mas, ini cuma koordinasi dakwah" >> koordinasi atau koor di nasi~ kok pake pesan "ukhti, afwan, inget tahajudnya ya.." geli gw..
22. "oo.. bukan mbak, ini cuma nanya hukum ke si akhii" >> pertanyaan atau perhatian~ kok nemen banget, knp gak tanya ustadzahnya aja.. hayoo..
23. awalnya pinjem2an buku kuliah, trus pinjem2an kitab ngaji, trus pinjem2an duit (ngutang?) trus lama-lama pinjem2an hati. heh heh heh..
24. tulisannya "I love you, coz Allah" tapi dipakein koma, lagian yang begini2 gak perlu diungkapin ke orangnya lagi, doain aja.. -_-
25. Komennya "Keep istiqamah ya ukhti yang disayangi Allah.." >> ampun dah, dakwah dusta bener..
26. Jaga niat guys, batesin interaksi sama lawan jenis, kalo Allah udah kasih jalan yang luas, ngapain lagi jalan di pinggir2 jurang
27. Jalan masih panjang, dan masih luas, jalanlah ditengah2, kita gak pernah tau kapan badai berhembus bisa meniupkan fitnah pada kita
28. Siapa pria yang hatinya belum terjaga hendaklah menikah, siapa yang belum menikah, hendaklah menjaga hatinya dari fitnah wanita
29. Curhat boleh, kita tau kok kamu perlu nge-refresh pikiran, sama emak bapak kan bisa, atau sama temen2 satu perjuangan yg sesama jenis? ^_^
30. Interaksi boleh, tapi bagi masih liar hatinya, banyak2lah meluruskan niat ^_^
31. yang udah terlanjur ada hubungan tanpa ikatan, walau tak dinamakan pacaran, udaaah, putusin aja, selesaikan..! ^_^
Terima kasih udah baca curhat Aa..
2. alasannya sih katanya lebih seru (emangnya tinju) dan lebih terpercaya, alibi aja itu mah, bilang aja demen -_-
3. padahal curhat2an cowok-cewek itu bahaya, karna awal-awalnya sih bilang temen, lama-lama jadi demen
4. Alasannya sih "nganggep adik angkat", awalnya memang adik angkat, lama-lama temen dekat, trus melekat deh.. hehe.. ngaku ayo..
5. Walaupun kamu gak bilang kamu pacaran, kalo aktivitasmu begitu, ya sama-sama aja maksiatmu, eta-eta keneh (ceuk sunda mah)
6. Atau sekedar sms say hello, "udah maem blum", "udah mandi blum" >> halah, emaknya aja gak segitunya..
7. Tau gak, nafsu itu kayak magnet, berlaku hukum tarik menarik F = G x (Ma x Mb)/r2, gak ngerti ya, ckckck.. sini, mari Aa jelasin keterangan rumusnya :D
8. F = nafsu total, G = udah baligh, Ma = syahwat laki2, Mb = syahwat wanita, r = radius (jarak), andersten?
9. Jadi semakin deket cowok sama cewek, semakin bahayalah mereka, semakin mungkin baku syahwat diantara mereka, ancur nih..
10. Maka semakin kenceng akslerasi syahwat, maka semakin bahaya hasil akhirnya, apalagi syahwat kamu akslerasinya 100 km dlm 3 detik (wow!)
11. Allah yang ciptain kita tau bahwa kita punya syahwat, Dia yang ngasi, makanya sebelum nikah Dia perintah untuk jangan deket-deket lawan jenis
12. Rasul pun tau kita punya syahwat, maka sebelum akad jangan dekat, apalagi beduaan karena yang ketiganya pasti adalah setan -_-
13. Sekedar boncengan, pulang duaan, kerja kelompok bedua (kelompok apaan nih, ganda campuran?), semua tak diperkenankan, demi kita juga kok
14. walau kamu bilang kamu cuma teman, siapa yg jamin bukan TTM, teman tapi maling, eh salah, teman tapi mesra? gak ada yg jamin toh?
15. Apalagi Rasul bilang "nahnu nahkum bi dzhahir" (kami menghukumi yang tampak), bukan yg tersembunyi dalam hati, ya kan :)
16. Makanya dalam Islam, ikhwan dan akhwat aktivitasnya dipisah, bukan apa-apa, preventif lebih utama dari kuratif, cegah lebih baik dr beli obat
17. Dengan gitu niat terjaga dan amal pun terpelihara, apalagi kemuliaan dan kehormatan juga ikut terjaga, adem kan..
18. Apalagi jaman sekarang, dunia maya begitu serem, mantengin foto ikhwan / akhwat bukan perkara sulit kayak jaman dulu..
19. jaman Aa SMA mah, minta poto cewek setengah mati, jaman sekarang foto cewek berbagai gaya ada, yg mati setengah juga ada.. hehe..
20. chatting mudah, kontak mudah, tanpa sadar muda-mudi kita udah mulai terpapar bahaya dunia maya, gak terkecuali pengemban dakwah (nah loo)
21. "nggak kok mas, ini cuma koordinasi dakwah" >> koordinasi atau koor di nasi~ kok pake pesan "ukhti, afwan, inget tahajudnya ya.." geli gw..
22. "oo.. bukan mbak, ini cuma nanya hukum ke si akhii" >> pertanyaan atau perhatian~ kok nemen banget, knp gak tanya ustadzahnya aja.. hayoo..
23. awalnya pinjem2an buku kuliah, trus pinjem2an kitab ngaji, trus pinjem2an duit (ngutang?) trus lama-lama pinjem2an hati. heh heh heh..
24. tulisannya "I love you, coz Allah" tapi dipakein koma, lagian yang begini2 gak perlu diungkapin ke orangnya lagi, doain aja.. -_-
25. Komennya "Keep istiqamah ya ukhti yang disayangi Allah.." >> ampun dah, dakwah dusta bener..
26. Jaga niat guys, batesin interaksi sama lawan jenis, kalo Allah udah kasih jalan yang luas, ngapain lagi jalan di pinggir2 jurang
27. Jalan masih panjang, dan masih luas, jalanlah ditengah2, kita gak pernah tau kapan badai berhembus bisa meniupkan fitnah pada kita
28. Siapa pria yang hatinya belum terjaga hendaklah menikah, siapa yang belum menikah, hendaklah menjaga hatinya dari fitnah wanita
29. Curhat boleh, kita tau kok kamu perlu nge-refresh pikiran, sama emak bapak kan bisa, atau sama temen2 satu perjuangan yg sesama jenis? ^_^
30. Interaksi boleh, tapi bagi masih liar hatinya, banyak2lah meluruskan niat ^_^
31. yang udah terlanjur ada hubungan tanpa ikatan, walau tak dinamakan pacaran, udaaah, putusin aja, selesaikan..! ^_^
Terima kasih udah baca curhat Aa..
Telaga Rindu
Telaga Rindhu
Datangnya dinanti, bersamanya disukai ..
kepergiannya ditangis ..
oleh manusia dirindui..
dan oleh Allah diridhai ..
Bicaranya tepat, diamnya memikat ..
tulisannya padat, bacaanya syahadat ..
berukhuwah tanpa sekat, dengan Allah dia
dekat ..
Perbuatannya jadi pengingat, amalannya jadi
nasihat ..
Lisannya jauh dari laknat, janjinya
jauh dari khianat ..
Oleh lawan disegani, dengan kawan dihormati ..
diatas mengayomi, dibawah menyemangati ..
Bila yang lain tinggi maka Islam paling tinggi ..
bila yang lain baik, Muslim harus lebih baik..
Laree Kabur Kanginan
Datangnya dinanti, bersamanya disukai ..
kepergiannya ditangis ..
oleh manusia dirindui..
dan oleh Allah diridhai ..
Bicaranya tepat, diamnya memikat ..
tulisannya padat, bacaanya syahadat ..
berukhuwah tanpa sekat, dengan Allah dia
dekat ..
Perbuatannya jadi pengingat, amalannya jadi
nasihat ..
Lisannya jauh dari laknat, janjinya
jauh dari khianat ..
Oleh lawan disegani, dengan kawan dihormati ..
diatas mengayomi, dibawah menyemangati ..
Bila yang lain tinggi maka Islam paling tinggi ..
bila yang lain baik, Muslim harus lebih baik..
Laree Kabur Kanginan
Cinta Terbaik
Cinta terbaik adalah
ketika kau mencintai seorang kekaih yang membuat imanmu mendewasa,
taqwamu bertumbuh, cintamu pada-Nya juga bertumbuh.
Cinta terbaik adalah saat kau mencintai seorang yang membuat akhlaqmu makin indah, jiwamu makin damai, hatimu makin bijak.
Dia jadi penegur saat taatmu luntur. Dia jadi penasehat saat kau maksiat. Dia jadi pelepur saat semangatmu lebur.
Ya, dialah cinta yang terbaik..
yang tak hanya ingin bersamamu di dunia, tapi juga bertemu kembali di surga.
~Status Nasehat~
Cinta terbaik adalah saat kau mencintai seorang yang membuat akhlaqmu makin indah, jiwamu makin damai, hatimu makin bijak.
Dia jadi penegur saat taatmu luntur. Dia jadi penasehat saat kau maksiat. Dia jadi pelepur saat semangatmu lebur.
Ya, dialah cinta yang terbaik..
yang tak hanya ingin bersamamu di dunia, tapi juga bertemu kembali di surga.
~Status Nasehat~
Senin, 31 Desember 2012
~Untukmu Orang yang Bermaksiat Kepada Allah di Tahun Baru~
" Wahai saudara-saudariku, kenapa Yahudi dan Nasharani engkau ikuti, man anta (Siapa Anda)?
Wahai Yahud engkaulah Umat yang dimurkai Allah, dan Nashara engkaulah yang tersesat di jalan-Nya.
Engkaulah yang disebutkan dalam Firman Allah: Maghdubi'alaihim wa Ladhdhooollin.
Kalian(Yahud & Nashara) adalah umat yang hina di mata Allah.
Kalian adalah umat yang disabdakan oleh Rasulullah: Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidak seorangpun dari umat ini, yakni Yahudi dan Nashrani yang telah mendengar kerasulanku, kemudian dia mati dan tetap tidak beriman kepada kerasulanku melainkan dia termasuk penghuni neraka(HR. Muslim)
Engkau juga yang mampu berjaya di muka bumi namun hakekatnya engkau berbuat kerusakan di muka bumi.
Betapa banyak kaum muslimin mengikutimu, sampai masuk ke lubang Dhob pun sampai ada yang mengikutinya.
Bahkan orang yang mengikutimu adalah bagian dari padamu, karena Rasulullah bersabda: Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, niscaya engkau termasuk bagian dari mereka.(HR. Muslim)
Dan kami tidak akan Sudi mengikutimu, slama kami berpegang teguh terhadap agama Allah.
Wahai saudara-saudariku, mari kembali ke jalan Allah, taat kepada Allah, taat kepada Rasul-Nya, mengikuti sunnah Rasulullah Shalallahu'alaihi wa Sallam. Agar kemuliaan di tangan kita, sebagaimana apa yang dikatakan 'Umar bin Khattab: "Sesungguhnya kita adalah kaum yang Allah memuliakan kita dengan sebab Islam, maka selamanya kita tidak akan mencari kemuliaan selain dari Islam.(Riwayat Imam Hakim di kitabnya Al-Mustadrak 1/61-62).
Dan Allah, akan tetap membela bagi orang-orang yang berada di atas Tauhid La ilaha Illallah. Membela agama-Nya, dan Allah akan menjanjikan kemenangan bagi orang yang hidup di atas Sunnah Nabi-Nya.
Untukmu orang-orang yang Asing. Yang disabdakan oleh Rasulullah: "Sesungguhnya Islam datang asing, dan kembali menjadi asing. Maka beruntunglag bagi orang-orang yang asing." (HR. Muslim 2/152 no. 232)
Dalam riwayat lain disebutkan: Orang yang asing adalah "Orang-orang yang baik, ketika manusia telah rusak." (HR. Abu Amr Ad-Dani di Sunan Waridah fil Fitan 1/25)
Jika aku bukanlah jodohmu ...
Problematika hidup manusia bervariasi, sekalipun hidup sebagai kembar namun sifat dan karakter saja tidak akan sama, maka apalagi jalan hidupnya.
Sungguh sakit dan menyakitkan memang saat kita yang sudah susah payah membina dan menjalin hubungan (jika sebelumnya suami istri) kemudian harus berpisah.
Begitu juga yang sudah meminang dan dipinang.
Dengan banyak sebab Allah mentakdirkan terpisahnya 2 insan yang sebelumnya sudah saling sepakat, saling berkasih sayang, saling mencintai, namun apalah daya jika takdir- Nya telah memisahkan, sungguh hanya ada 1 kata jawabnya : Sabar, dan sabar itu tiada batas.
Mari kita perhatikan bersama hadits yang terdapat dalam Arba’in Nawawi dibawah ini :
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga. (Riwayat Bukhori dan Muslim).
Diantara pelajaran dari hadits diatas adalah : Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan makhluknya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan.
Oleh karena itulah, maka saat apa yang anda sudah bina namun hancur ditengah perjalanan hidup anda, maka itu sudah menjadi ketetapan-Nya, terimalah, dan jika terjadi sebelum pernikahan, maka berprasangka baiklah kepada Allah, mungkin saja Allah menyayangimu dan jika dia (yang kau cintai) menikah dengan mu kelak, dia takkan mampu menjadi imam yang baik bagimu. dan itu adalah hikmah yang mungkin saja tidak kita ketahui ada apa dibalik rencana Allah pada kita, itulah sikap mu’min mu’minah sejati…
Hadits ini sering kita baca, tapi sesering itu pula kita lupa dalam memahami terlebih lagi mengamalkannya,…
betapa sering kita menangis karena sedikit nikmat yang dicabut, namun tak mampu kita bersyukur atas nikmat-nikmat nyata yang besar ada dihadapan kita
Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan makhluknya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan.
Bantulah Saudaramu ...
Merenung ah sejenak …
Hendaklah Orang yang Mampu Membantu
Hendaklah bagi orang yang mempunyai kelebihan harta ataupun yang punya kedudukan agar membantu saudaranya yang kurang mampu dan yang mengalami kesulitan. Allah berfirman: “Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Al-Maa`idah:2)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan hilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan kesusahan hari kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan orang yang mengalami kesulitan maka Allah akan mudahkan baginya di dunia dan di akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim no.2699 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Semoga Allah memudahkan amal kita dan menjadikannya ikhlas karena mengharap wajah Allah semata …
Al-Imam Ibnul Qoyyim Rahimahullah Berbicara Cinta
CINTA DAN MENCINTAI ALLAH
Definisi Cinta
Imam Ibnu Qayyim mengatakan, “Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; memba-tasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka ba-tasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.
Imam Ibnu Qayyim mengatakan, “Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; memba-tasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka ba-tasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.
Kebanyakan orang hanya membe-rikan penjelasan dalam hal sebab-musabab,
konsekuensi, tanda-tanda, penguat-penguat dan buah dari cinta serta hukum hukumnya.
konsekuensi, tanda-tanda, penguat-penguat dan buah dari cinta serta hukum hukumnya.
Maka batasan dan gambaran cinta yang mereka berikan berputar pada enam hal di atas walaupun masing-masing berbeda dalam pendefinisiannya, tergantung kepada pengetahuan,kedudukan, keadaan dan penguasaannya terhadap masalah ini. (Madarijus-Salikin 3/11)
Beberapa definisi cinta:
1. Kecenderungan seluruh hati yang terus-menerus (kepada yang dicintai).
2. Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang dicintainya.
3. Kecenderungan sepenuh hati untuk lebih mengutamakan dia daripada diri dan harta sendiri, seia sekata dengannya baik dengan sembunyi-sebunyi maupun terang-terangan, kemudian merasa bahwa kecintaan tersebut masih kurang.
4. Mengembaranya hati karena men-cari yang dicintai sementara lisan senantiasa menyebut-nyebut namanya.
5. Menyibukkan diri untuk menge-nang yang dicintainya dan menghinakan diri
kepadanya.
1. Kecenderungan seluruh hati yang terus-menerus (kepada yang dicintai).
2. Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang dicintainya.
3. Kecenderungan sepenuh hati untuk lebih mengutamakan dia daripada diri dan harta sendiri, seia sekata dengannya baik dengan sembunyi-sebunyi maupun terang-terangan, kemudian merasa bahwa kecintaan tersebut masih kurang.
4. Mengembaranya hati karena men-cari yang dicintai sementara lisan senantiasa menyebut-nyebut namanya.
5. Menyibukkan diri untuk menge-nang yang dicintainya dan menghinakan diri
kepadanya.
PEMBAGIAN CINTA
1. Cinta ibadah
Ialah kecintaan yang menyebabkan timbulnya perasaan hina kepadaNya dan
mengagungkanNya serta bersema-ngatnya hati untuk menjalankan segala
perintahNya dan menjauhi segala larangaNya.
1. Cinta ibadah
Ialah kecintaan yang menyebabkan timbulnya perasaan hina kepadaNya dan
mengagungkanNya serta bersema-ngatnya hati untuk menjalankan segala
perintahNya dan menjauhi segala larangaNya.
Cinta yang demikian merupakan pokok keimanan dan tauhid yang pelakunya akan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang tidak terhingga. Jika ini semua diberikan kepada selain Allah maka dia terjerumus ke dalam cinta yang bermakna syirik, yaitu menyekutukan Allah dalam hal cinta.
2. Cinta karena Allah
Seperti mencintai sesuatu yang dicintai Allah, baik berupa tempat tertentu,
waktu tertentu, orang tertentu, amal perbuatan, ucapan dan yang semisalnya. Cinta yang demikian termasuk cinta dalam rangka mencintai Allah.
Seperti mencintai sesuatu yang dicintai Allah, baik berupa tempat tertentu,
waktu tertentu, orang tertentu, amal perbuatan, ucapan dan yang semisalnya. Cinta yang demikian termasuk cinta dalam rangka mencintai Allah.
3. Cinta yang sesuai dengan tabi’at (manusiawi),
Yang termasuk ke dalam cintai jenis ini ialah:
a. Kasih-sayang, seperti kasih-sayangnya orang tua kepada anaknya dan
sayangnya orang kepada fakir-miskin atau orang sakit.
sayangnya orang kepada fakir-miskin atau orang sakit.
b. Cinta yang bermakna segan dan hormat, namun tidak termasuk dalam
jenis ibadah, seperti kecintaan seorang anak kepada orang tuanya,
murid kepada pengajarnya atau syaikhnya, dan yang semisalnya.
jenis ibadah, seperti kecintaan seorang anak kepada orang tuanya,
murid kepada pengajarnya atau syaikhnya, dan yang semisalnya.
c. Kecintaan (kesenangan) manusia kepada kebutuhan sehari-hari yang
akan membahayakan dirinya kalau tidak dipenuhi, seperti kesenangannya kepada makanan, minuman, nikah, pakaian, persaudaraan serta persahabatan dan yang semisalnya.
akan membahayakan dirinya kalau tidak dipenuhi, seperti kesenangannya kepada makanan, minuman, nikah, pakaian, persaudaraan serta persahabatan dan yang semisalnya.
Cinta-cinta yang demikian termasuk dalam kategori cinta yang manusiawi yang
diperbolehkan. Jika kecintaanya tersebut membantunya untuk mencintai dan
mentaati Allah maka kecintaan tersebut termasuk ketaatan kepada Allah, demikian pula sebaliknya.
diperbolehkan. Jika kecintaanya tersebut membantunya untuk mencintai dan
mentaati Allah maka kecintaan tersebut termasuk ketaatan kepada Allah, demikian pula sebaliknya.
KEUTAMAAN MENCINTAI ALLAH
1. Merupakan Pokok dan inti tauhid
Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Sa’dy, “Pokok tauhid dan intisarinya ialah ikhlas dan cinta kepada Allah semata. Dan itu merupakan pokok dalam peng- ilah-an dan penyembahan bahkan merupakan hakikat ibadah yang tidak akan sempurna tauhid seseorang kecuali dengan
menyempurnakan kecintaan kepada Rabb-nya dan menye-rahkan seluruh
unsur-unsur kecintaan kepada-Nya sehingga ia berhukum hanya kepada Allah
dengan menjadikan kecintaan kepada hamba mengikuti kecintaan kepada
Allah yang dengannya seorang hamba akan mendapatkan kebahagiaan dan
ketenteraman. (Al-Qaulus Sadid,hal 110)
1. Merupakan Pokok dan inti tauhid
Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Sa’dy, “Pokok tauhid dan intisarinya ialah ikhlas dan cinta kepada Allah semata. Dan itu merupakan pokok dalam peng- ilah-an dan penyembahan bahkan merupakan hakikat ibadah yang tidak akan sempurna tauhid seseorang kecuali dengan
menyempurnakan kecintaan kepada Rabb-nya dan menye-rahkan seluruh
unsur-unsur kecintaan kepada-Nya sehingga ia berhukum hanya kepada Allah
dengan menjadikan kecintaan kepada hamba mengikuti kecintaan kepada
Allah yang dengannya seorang hamba akan mendapatkan kebahagiaan dan
ketenteraman. (Al-Qaulus Sadid,hal 110)
2. Merupakan kebutuhan yang sangat besar melebihi makan, minum,
nikah dan sebagainya. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah berkata: “Didalam hati manusia ada rasa cinta terhadap sesuatu yang ia sembah dan ia ibadahi ,ini merupakan tonggak untuk tegak dan kokohnya hati seseorang serta baiknya jiwa mereka.
nikah dan sebagainya. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah berkata: “Didalam hati manusia ada rasa cinta terhadap sesuatu yang ia sembah dan ia ibadahi ,ini merupakan tonggak untuk tegak dan kokohnya hati seseorang serta baiknya jiwa mereka.
Sebagaimana pula mereka juga memiliki rasa cinta terhadap apa yang ia
makan, minum, menikah dan lain-lain yang dengan semua ini kehidupan
menjadi baik dan lengkap.Dan kebutuhan manusia kepada penuhanan lebih
besar daripada kebutuhan akan makan, karena jika manusia tidak makan
maka hanya akan merusak jasmaninya, tetapi jika tidak mentuhankan
sesuatu maka akan merusak jiwa/ruhnya. (Jami’ Ar-Rasail Ibnu Taymiyah
2/230)
makan, minum, menikah dan lain-lain yang dengan semua ini kehidupan
menjadi baik dan lengkap.Dan kebutuhan manusia kepada penuhanan lebih
besar daripada kebutuhan akan makan, karena jika manusia tidak makan
maka hanya akan merusak jasmaninya, tetapi jika tidak mentuhankan
sesuatu maka akan merusak jiwa/ruhnya. (Jami’ Ar-Rasail Ibnu Taymiyah
2/230)
3. Sebagai hiburan ketika tertimpa musibah
Berkata Ibn Qayyim, “Sesungguh-nya orang yang mencintai sesuatu akan
mendapatkan lezatnya cinta manakala yang ia cintai itu bisa membuat lupa
dari musibah yang menimpanya. Ia tidak merasa bahwa itu semua adalah
musibah, walau kebanyakan orang merasakannya sebagai musibah. Bahkan
semakin menguatlah kecintaan itu sehingga ia semakin menikmati dan
meresapi musibah yang ditimpakan oleh Dzat yang ia cintai. (Madarijus-
Salikin 3/38).
Berkata Ibn Qayyim, “Sesungguh-nya orang yang mencintai sesuatu akan
mendapatkan lezatnya cinta manakala yang ia cintai itu bisa membuat lupa
dari musibah yang menimpanya. Ia tidak merasa bahwa itu semua adalah
musibah, walau kebanyakan orang merasakannya sebagai musibah. Bahkan
semakin menguatlah kecintaan itu sehingga ia semakin menikmati dan
meresapi musibah yang ditimpakan oleh Dzat yang ia cintai. (Madarijus-
Salikin 3/38).
4. Menghalangi dari perbuatan maksiat.
Berkata Ibnu Qayyim (ketika menjelaskan tentang cinta kepada Allah): “Bahwa ia merupakan sebab yang paling kuat untuk bisa bersabar sehingga tidak menyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya. Karena sesungguhnya seseorang pasti akan mentaati sesuatu yang dicintainya; dan setiap kali bertambah kekuatan cintanya maka itu berkonsekuensi lebih kuat untuk taat kepada-Nya, tidak me-nyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya. Menyelisihi perintah Allah dan bermaksiat kepada-Nya hanyalah bersumber dari hati yang lemah rasa cintanya kepada Allah.Dan ada perbeda-an antara orang yang tidak bermaksiat karena takut kepada tuannya dengan yang tidak bermaksiat karena mencintainya.
Berkata Ibnu Qayyim (ketika menjelaskan tentang cinta kepada Allah): “Bahwa ia merupakan sebab yang paling kuat untuk bisa bersabar sehingga tidak menyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya. Karena sesungguhnya seseorang pasti akan mentaati sesuatu yang dicintainya; dan setiap kali bertambah kekuatan cintanya maka itu berkonsekuensi lebih kuat untuk taat kepada-Nya, tidak me-nyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya. Menyelisihi perintah Allah dan bermaksiat kepada-Nya hanyalah bersumber dari hati yang lemah rasa cintanya kepada Allah.Dan ada perbeda-an antara orang yang tidak bermaksiat karena takut kepada tuannya dengan yang tidak bermaksiat karena mencintainya.
Sampai pada ucapan beliau, “Maka seorang yang tulus dalam cintanya, ia
akan merasa diawasi oleh yang dicintainya yang selalu menyertai hati dan
raganya.Dan diantara tanda cinta yang tulus ialah ia merasa terus-menerus
kehadiran kekasihnya yang mengawasi perbuatannya. (Thariqul Hijratain, hal
449-450)
akan merasa diawasi oleh yang dicintainya yang selalu menyertai hati dan
raganya.Dan diantara tanda cinta yang tulus ialah ia merasa terus-menerus
kehadiran kekasihnya yang mengawasi perbuatannya. (Thariqul Hijratain, hal
449-450)
5. Cinta kepada Allah akan menghilangkan perasaan was-was.
Berkata Ibnu Qayyim, “Antara cinta dan perasaan was-was terdapat perbedaan
dan pertentangan yang besar sebagaimana perbedaan antara ingat dan lalai, maka cinta yang menghujam di hati akan menghilangkan keragu-raguan terhadap yang dicintainya.
Berkata Ibnu Qayyim, “Antara cinta dan perasaan was-was terdapat perbedaan
dan pertentangan yang besar sebagaimana perbedaan antara ingat dan lalai, maka cinta yang menghujam di hati akan menghilangkan keragu-raguan terhadap yang dicintainya.
Dan orang yang tulus cintanya dia akan terbebas dari perasaan was-was karena hatinya tersibukkan dengan kehadiran Dzat yang dicintainya tersebut. Dan tidaklah muncul perasaan was-was kecuali terhadap orang yang lalai dan berpaling dari dzikir kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala , dan tidaklah mungkin cinta kepada Allah bersatu dengan sikap was-was. (Madarijus-Salikin 3/38)
6. Merupakan kesempurnaan nikmat dan puncak kesenangan.
Berkata Ibn Qayyim, “Adapun mencintai Rabb Subhannahu wa Ta’ala maka
keadaannya tidaklah sama dengan keadaan mencin-tai selain-Nya karena
tidak ada yang paling dicintai hati selain Pencipta dan Pengaturnya; Dialah
sesembahannya yang diibadahi, Walinya, Rabb-nya, Pengaturnya, Pemberi
rizkinya, yang mematikan dan menghidupkannya. Maka dengan mencintai
Allah Subhannahu wa Ta’ala akan menenteramkan hati, menghidupkan ruh,
kebaikan bagi jiwa menguatkan hati dan menyinari akal dan menyenangkan
pandangan, dan menjadi kayalah batin. Maka tidak ada yang lebih nikmat dan
lebih segalanya bagi hati yang bersih, bagi ruh yang baik dan bagi akal yang
suci daripada mencintai Allah dan rindu untuk bertemu dengan-Nya.
Berkata Ibn Qayyim, “Adapun mencintai Rabb Subhannahu wa Ta’ala maka
keadaannya tidaklah sama dengan keadaan mencin-tai selain-Nya karena
tidak ada yang paling dicintai hati selain Pencipta dan Pengaturnya; Dialah
sesembahannya yang diibadahi, Walinya, Rabb-nya, Pengaturnya, Pemberi
rizkinya, yang mematikan dan menghidupkannya. Maka dengan mencintai
Allah Subhannahu wa Ta’ala akan menenteramkan hati, menghidupkan ruh,
kebaikan bagi jiwa menguatkan hati dan menyinari akal dan menyenangkan
pandangan, dan menjadi kayalah batin. Maka tidak ada yang lebih nikmat dan
lebih segalanya bagi hati yang bersih, bagi ruh yang baik dan bagi akal yang
suci daripada mencintai Allah dan rindu untuk bertemu dengan-Nya.
Kalau hati sudah merasakan manisnya cinta kepada Allah maka hal itu tidak
akan terkalahkan dengan mencintai dan menyenangi selain-Nya. Dan setiap
kali bertambah kecintaannya maka akan bertambah pula pengham-baan,
ketundukan dan ketaatan kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dan membebaskan diri dari penghambaan, ketundukan ketaatan kepada selain-
Nya.”(Ighatsatul-Lahfan, hal 567)
akan terkalahkan dengan mencintai dan menyenangi selain-Nya. Dan setiap
kali bertambah kecintaannya maka akan bertambah pula pengham-baan,
ketundukan dan ketaatan kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dan membebaskan diri dari penghambaan, ketundukan ketaatan kepada selain-
Nya.”(Ighatsatul-Lahfan, hal 567)
ORANG-ORANG YANG DICINTAI ALLAH Subhannahu wa Ta’ala
Allah Subhannahu wa Ta’ala mencintai dan dicintai. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman di dalam surat Al-Ma’idah: 54, yang artinya: “Maka Allah akan
mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah.”
Mereka yang dicintai Allah Subhannahu wa Ta’ala :
• Attawabun (orang-orang yang bertau-bat), Al-Mutathahhirun (suka bersuci),
Al-Muttaqun (bertaqwa), Al-Muhsinun (suka berbuat baik) Shabirun (bersabar), Al-Mutawakkilun (bertawakal ke-pada Allah) Al-Muqsithun (berbuat adil).
• Orang-orang yang berperang di jalan Allah dalam satu barisan seakan-akan
mereka satu bangunan yang kokoh.
• Orang yang berkasih-sayang, lembut kepada orang mukmin.
• Orang yang menampakkan izzah/kehormatan diri kaum muslimin di hadapan
orang-orang kafir.
• Orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan Allah.
• Orang yang tidak takut dicela manusia karena beramal dengan sunnah.
• Orang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah sunnah
setelah menyelesaikan ibadah wajib.
Allah Subhannahu wa Ta’ala mencintai dan dicintai. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman di dalam surat Al-Ma’idah: 54, yang artinya: “Maka Allah akan
mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah.”
Mereka yang dicintai Allah Subhannahu wa Ta’ala :
• Attawabun (orang-orang yang bertau-bat), Al-Mutathahhirun (suka bersuci),
Al-Muttaqun (bertaqwa), Al-Muhsinun (suka berbuat baik) Shabirun (bersabar), Al-Mutawakkilun (bertawakal ke-pada Allah) Al-Muqsithun (berbuat adil).
• Orang-orang yang berperang di jalan Allah dalam satu barisan seakan-akan
mereka satu bangunan yang kokoh.
• Orang yang berkasih-sayang, lembut kepada orang mukmin.
• Orang yang menampakkan izzah/kehormatan diri kaum muslimin di hadapan
orang-orang kafir.
• Orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan Allah.
• Orang yang tidak takut dicela manusia karena beramal dengan sunnah.
• Orang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah sunnah
setelah menyelesaikan ibadah wajib.
SEBAB-SEBAB UNTUK MENDAPATKAN CINTA ALLAH Subhannahu wa Ta’ala
• Membaca Al-Qur’an dengan memikir-kan dan memahami maknanya.
• Berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dengan
ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah yang wajib.
• Selalu mengingat Allah Subhannahu wa Ta’ala , baik de-ngan lisan, hati
maupun dengan anggota badan dalam setiap keadaan.
• Lebih mengutamakan untuk mencintai Allah Subhannahu wa Ta’ala daripada
dirinya ketika hawa nafsunya menguasai dirinya.
• Memahami dan mendalami dengan hati tentang nama dan sifat-sifat Allah.
• Melihat kebaikan dan nikmatNya baik yang lahir maupun yang batin.
• Merasakan kehinaan dan kerendahan hati di hadapan Allah.
• Beribadah kepada Allah pada waktu sepertiga malam terakhir (di saat Allah
turun ke langit dunia) untuk bermunajat kepadaNya, membaca Al-Qur’an ,
merenung dengan hati serta mempelajari adab dalam beribadah di hadapan
Allah kemudian ditutup dengan istighfar dan taubat.
• Duduk dengan orang-orang yang memiliki kecintaan yang tulus kepada Allah
dari para ulama dan da’i, mendengar-kan dan mengambil nasihat mereka serta tidak berbicara kecuali pembica-raan yang baik.
• Menjauhi/menghilangkan hal-hal yang menghalangi hati dari mengingat Allah
Subhannahu wa Ta’ala .
• Membaca Al-Qur’an dengan memikir-kan dan memahami maknanya.
• Berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dengan
ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah yang wajib.
• Selalu mengingat Allah Subhannahu wa Ta’ala , baik de-ngan lisan, hati
maupun dengan anggota badan dalam setiap keadaan.
• Lebih mengutamakan untuk mencintai Allah Subhannahu wa Ta’ala daripada
dirinya ketika hawa nafsunya menguasai dirinya.
• Memahami dan mendalami dengan hati tentang nama dan sifat-sifat Allah.
• Melihat kebaikan dan nikmatNya baik yang lahir maupun yang batin.
• Merasakan kehinaan dan kerendahan hati di hadapan Allah.
• Beribadah kepada Allah pada waktu sepertiga malam terakhir (di saat Allah
turun ke langit dunia) untuk bermunajat kepadaNya, membaca Al-Qur’an ,
merenung dengan hati serta mempelajari adab dalam beribadah di hadapan
Allah kemudian ditutup dengan istighfar dan taubat.
• Duduk dengan orang-orang yang memiliki kecintaan yang tulus kepada Allah
dari para ulama dan da’i, mendengar-kan dan mengambil nasihat mereka serta tidak berbicara kecuali pembica-raan yang baik.
• Menjauhi/menghilangkan hal-hal yang menghalangi hati dari mengingat Allah
Subhannahu wa Ta’ala .
(Disadur dari kalimat mutanawwi’ah fi abwab mutafarriqah karya Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd oleh Abu Muhammad).
Jumat, 21 Desember 2012
Surat Cinta Tertutup Untukmu…
Bismillah …
Calon suamiku yg kukasihi tiada pernah aku bermimpi engkau akan menyatakan niatmu untuk menikahi tahun depan, saat itu hatiku tiba-tiba gelisah, aku panik bercampur bahagia rasanya aku tak sabar menunggu saat-saat yang paling bersejarah dalam hidupku itu…
Calon suamiku yg kukasihi tiada pernah aku bermimpi engkau akan menyatakan niatmu untuk menikahi tahun depan, saat itu hatiku tiba-tiba gelisah, aku panik bercampur bahagia rasanya aku tak sabar menunggu saat-saat yang paling bersejarah dalam hidupku itu…
loe tau kan cowo yg sok alim itu pasti ngekang istrinya gak boleh keluar rumah, gak boleh kerja, malahan ada yg suruh istrinya pake cadar, ih gw seh ogah!!!?, dan salah satu sahabat lelakiku mengatakan ? serius loe mau nikah secepet itu, loe kan belum pernah liat orangnnya, mending PACARAN dulu 2 ato 3 thn buat saling kenal?kalo gw seh sebagai seorang modern, realistis dan open minded gak mau nikah cepet-cepet, dan nantinya gw bakal kasih kebebasan buat istri gw, kan wanita berhak bebas juga??kata-kata itu bagai petir menyambar hatiku, aku tak menyangka sahabat-sahabat yg selama ini sangat dekat denganku ternyata menganut faham kebebasan dan faham modernisasi?sesaat niatku untuk menikahimu karena mencari Ridha Alloh pun menghilang, syukurlah aku tersadar dan kupanjatkan do?a dengan sungguh-sungguh kepada sang Illahi agar Ia memberikan Petunjuk-Nya kepadaku?Subhanalloh niatku yg telah memudar kembali jernih sejernih air zam-zam, tiada ada kebimbangan dan keragu-raguan dalam hatiku?Kini jika kelak aku menjadi istrimu dapat kuyakinkan padamu bahwa:
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terpasung jika kelak engkau memerintahkanku untuk berhenti bekerja, aku merasa bahwa perintahmu itu adalah karena engkau terlalu mencintaiku, sehingga engkau sama sekali tidak rela melihatku bekerja keras demi mencari kekayaan dunia, Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terpenggal jika kelak engkau memaksaku menutup auratku atau bahkan memaksaku mengenakan cadar sekalipun!
Aku merasa bahwa paksaanmu itu adalah karena engkau begitu mencemburuiku, sehingga engkau tidak akan pernah ikhlas jika lelaki lain memandangi tubuhku dengan tatapan nafsu?
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terbelenggu jika kelak engkau tidak memperbolehkanku mempekerjakan pembantu dalam rumah tangga kita,aku merasa laranganmu itu adalah karena engkau sangat menyayangiku, sehingga engkau tidak ingin aku menyesal dikemudian hari karena aku tidak bisa melihat anak-anak kita tumbuh dalam asuhanku…
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terhalang jika kelak engkau melarangku untuk bebas keluar rumah tanpa seizinmu,aku merasa aturanmu itu adalah karena engkau sangat merindukan dan mengkhawatirkanku, sehingga engkau akan merasa gelisah jika aku tidak berada dirumah…
Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terinjak-injak jika kelak engkau membatasi pergaulanku,aku merasa perlakuanmu itu adalah karena engkau terlalu mengasihiku, sehingga engkau tidak ingin melihatku terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang akan mengantarku memasuki pintu neraka…
Yaa…aku akan sangat berterima kasih jika kelak engkau membatasi kebebasanku bukan karena ego-mu, tetapi karena engkau sangat memahami kewajiban dan tanggung jawab yang telah Alloh berikan kepadamu sebagai seorang suami..
Aku heran dengan para istri yg menyerukan kebebasan, sungguh sangat bodoh jika seorang istri merasa bahagia saat sang suami membebaskan cara berpakaian istrinya, tahukah sang istri bahwa perlakuannya itu pertanda sang suami tidak memiliki rasa cemburu kepadanya sekalipun banyak mata lelaki buaya yg menikmati kemolekan tubuh istrinya,Dan aku heran dengan para suami yg memperbolehkan istrinya untuk keluar rumah dengan bebas, lalu saat sang suami pulang kerja didapatinya rumah berantakan dan tidak ada makan malam untuknya karena sang istri terlalu sibuk bekerja atau bergosip dengan tetangganya…
Duhai calon suamiku, saat aku telah menjadi istrimu gunakanlah hakmu sebagai seorang suami untuk membimbingku, agar aku tidak akan pernah terperosok ke dalam faham kebebasan yg penuh dengan tipu daya..
Namun saat melihat kenyataannya bahwa begitu banyak rumah tangga yg awalnya saling mencintai, harmonis, dan bahagia tapi tak lama berselang rumah tangga tersebut hancur tak bersisa dan tidak sedikit pula suami-istri yang saling menyakiti baik fisik maupun mental, Aku tak bermaksud untuk meragukanmu wahai calon suamiku, aku yakin suami yg bertakwa kepada Alloh pasti akan memperlakukan istrinya dengan baik…
Tapi sebelum aku memasuki kehidupan baru denganmu, izinkanlah aku mengajukan beberapa pormohonan padamu agar engkau dapat memahami isi hatiku sebagai seorang wanita dan seorang istri..
Duhai calon suamiku…aku bukanlah mahkluk bisu seupama sansak tempatmu latihan karate, maka jangan gunakan tanganmu untuk meluruskan kesalahanku…
Duhai calon suamiku,aku bukanlah patung tak berperasaan, Maka perlakukan aku dengan akhlaqmu yang penuh kelembutan…
Duhai calon suamiku
sungguh yang kuharapkan hanyalah kebahagiannya dalam rumah tangga kita, yang kuinginkan adalah ridha dari dirimu,yang kemudian menjadi ridha dari Allah pula… yang kudambakan hanyalah genggaman tanganmu yang akan membawaku ke surga dunia dan akhirat, Untuk itu ajaklah aku untuk menyelami kehidupan yang paling berbahagia, mari kita saling mengerti, memahami, dan mengasihi selayaknya dua insan yang raga dan jiwanya telah saling menyatu,
oh sungguh bahagianya aku jika memiliki suami yang akan mengajariku dengan cinta dan membimbingku dengan kasih
Duhai calon suamiku…
sebelumnya aku ingin berterima kasih padamu karena kelak engkaulah yang akan membawaku memasuki surga yang tiada akan pernah terbayangkan indahnya, engkaulah yang akan menuntunku mencapai Ridha Illahi, engkaulah yang akan menjagaku dalam mengarungi lautan hidup, engkaulah yang akan menjadi sandaran saat ragaku letih dan bersedih, engkaulah yang akan membantuku untuk menjadi seorang ibu yang paling berbahagia, engkaulah yang akan menemaniku disaat usiaku telah senja, dan engkaulah yang akan menjadi tempat untuk aku mencurahkan seluruh perasaan hatiku…Didadamu kelak aku bersandar..dipunggungmu aku berlindung dari teriknya hidup..
Sungguh aku akan menjadi istri yg paling berbahagia jika memiliki suami yg menyayangi dan mencintaiku karena Allah dan semoga itu adalah dirimu…
Calon suamiku sekian surat cinta tertutupku untukmu yang kutulis penuh dengan kasih dan harapan, dan kuharap engkau kelakk membacanya dimalam pengantin kita yang pertama…
Semoga Alloh selalu Meridhai dan Memberkahi rumah tangga kita nanti dengan kebahagiaan, sakinah wamaddah warahmah…
Dari calon istrimu yang begitu merindukan syurga dan wanginya yang tercium dari jarak sekian dan sekian …
Rabu, 19 Desember 2012
Setetes Air Mata Cinta
Bukalah kedua matamu, tatap pada alam semesta,
maka engkau akan melihat indah dunia.
Bukalah hatimu
untuk melihat rahasia keindahan itu,
maka engkau akan melihat bunga-bunga kehidupan.
Selamlah hidup dalam hatimu,
maka hidup itu akan menjadi milikmu.
Berikan tanganmu kepadaku,
maka aku harap kehidupan damai
dan bahagia menyatu.
Buka hatimu, aku akan mengisinya
dengan kejujuran cinta.
Bersamalah denganku,
agar aku bersamamu,
sebagai orang yang mencintaimu.
Berikan kepadaku air mata,
yang kujadikan tinta,
menuliskan bait-bait cinta,
sebagai penghibur hati dan pelipur jiwa.
Jika kita menuntun hati kita,
dengan cinta kepada selain yang layak dicinta,
alangkah meruginya.
Bila kita mencari cinta,
pada keberadaannya,
sungguh ia ada pada setiap jiwa.
Cinta yang tak lebih lantaran buta.
Cinta yang tak kurang karena dusta.
Kepada siapa engkau mencinta?
Kepada siapa yg pantas dicinta.
Siapakah wahai para pecinta,
yang layak dicinta?
maka engkau akan melihat indah dunia.
Bukalah hatimu
untuk melihat rahasia keindahan itu,
maka engkau akan melihat bunga-bunga kehidupan.
Selamlah hidup dalam hatimu,
maka hidup itu akan menjadi milikmu.
Berikan tanganmu kepadaku,
maka aku harap kehidupan damai
dan bahagia menyatu.
Buka hatimu, aku akan mengisinya
dengan kejujuran cinta.
Bersamalah denganku,
agar aku bersamamu,
sebagai orang yang mencintaimu.
Berikan kepadaku air mata,
yang kujadikan tinta,
menuliskan bait-bait cinta,
sebagai penghibur hati dan pelipur jiwa.
Jika kita menuntun hati kita,
dengan cinta kepada selain yang layak dicinta,
alangkah meruginya.
Bila kita mencari cinta,
pada keberadaannya,
sungguh ia ada pada setiap jiwa.
Cinta yang tak lebih lantaran buta.
Cinta yang tak kurang karena dusta.
Kepada siapa engkau mencinta?
Kepada siapa yg pantas dicinta.
Siapakah wahai para pecinta,
yang layak dicinta?
written by Aqil Azizi
Si dia yang tomboy ... hmm
Terkadang ada kebanggaan saat seorang wanita disebut “Tomboy” ; kayaknya gagah gimana gitu, eh tapi timbang yuk ah … simak deh ..
Wanita Tomboy (Wanita yang menyerupai laki-laki)
Di Zaman kita sekarang telah muncul sekelompok wanita yang menyimpang dari
fitrah Allah, padahal Allah telah menciptakan manusia di atas fitrah itu. Mereka
menunjukkan sifat yang tidak sesuai dengan tabiat kewanitaan mereka, padahal
Allah telah menjadikan tabiat tersebut untuk membedakan dengan tabiat laki-laki.
Mereka menyangka bahwa mereka bisa berubah menjadi laki-laki Akibatnya sekelompok wanita tersebut banyak menemui kesulitan dan kesempitan, mereka mengalami problem fisik dan psikis, menjadi wanita-wanita yang tersisihkan yang dibenci sekaligus menjadi pelampiasan kemarahan suami dan anak-anak mereka.
fitrah Allah, padahal Allah telah menciptakan manusia di atas fitrah itu. Mereka
menunjukkan sifat yang tidak sesuai dengan tabiat kewanitaan mereka, padahal
Allah telah menjadikan tabiat tersebut untuk membedakan dengan tabiat laki-laki.
Mereka menyangka bahwa mereka bisa berubah menjadi laki-laki Akibatnya sekelompok wanita tersebut banyak menemui kesulitan dan kesempitan, mereka mengalami problem fisik dan psikis, menjadi wanita-wanita yang tersisihkan yang dibenci sekaligus menjadi pelampiasan kemarahan suami dan anak-anak mereka.
Disamping itu ada ancaman yang amat keras lagi bagi para wanita yang meyimpang dari fitrah dan kodrat kewanitaan mereka serta menyerupai laki-laki dalam hal berpakaian, penampilan, akhlak dan tindakan. Dalam sebuah hadits shahih dari ibnu Abbas Radhiallaahu anhu dia berkata: “Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang berpenampilan seperti laki-laki (HR. Al-Bukhari).
Laknat artinya terusir dan dijauhkan dari rahmat Allah Hadits lain yang juga diterima dan Ibnu Abbas ra dia berkata: “Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melaknat kaum laki-laki yang berpenampilan seperti wanita dan wanita yang berpenampilan laki-laki,” (HR. Al-Bukhari) wanita yang berpenampilan seperti laki-laki artinya yang meniru-niru laki-laki dalam berpakaian dan penampilan. Adapun meniru dalam hal ilmu dan pemikiran maka hal itu terpuji.
Dari Salim Bin Abdullah dari bapaknya, dia berkata: “Telah bersabda Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa Sallam : “Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dipandang oleh Allah Azza Wajalla pada hari kiamat: Orang yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupai laki-laki, dan Dayuts (orang yang tidak punya rasa cemburu Pent.)” (HR. An-Nasai)
Beberapa bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki Banyak sekali bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki. Masalah ini tidaklah terbatas hanya dalam hal pakaian saja tetapi mencakup lebih dari itu, diantara bentuk (penyerupaan) terhadap laki-laki yang sering dilakukan oleh para wanita adalah: Menyerupai laki-laki dalam hal berpakaian berupa memakai pakaian yang persis menyerupai pakaian laki-laki dan memakai celana panjang yang pada asalnya merupakan pakaian laki-laki dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu bahwa Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki pernah ditanyakan kepada Aisyah Radhiallaahu anha bahwa ada seorang wanita yang memakai sandal (model laki-lakipent), maka berkatalah Aisyah: “Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam melaknat wanita yang meniru-niru laki-laki.” (HR. Abu Dawud).
Tidak berpegang teguh terhadap Hijab (pakaian wanita muslimah) yang disyariatkan. Imam Adz-Dzahabi berkata: “Diantara perbuatan yang menyebabkan terlaknatnya wanita adalah menampakkan perhiasan, emas dan berlian di balik cadar (hijab) dan memakai wangi-wangian ketika keluar atau memakai pakaian yang mencolok (norak) … Semua itu termasuk tabarruj yang dimurkai Allah dan dimurkai pula orang yang melakukannya di dunia dan akhirat.”
Banyak keluar rumah tanpa ada keperluan baik bersama sopir pribadi, naik kendaraan umum atau menyetir sendiri seperti yang banyak terjadi dibeberapa
negara atau berjalan kaki sekalipun jaraknya jauh. Berdesak-desakan dengan laki-laki dan bercampur baur dengan mereka di pasarpasar dan di tempat-tempat umum, bahkan sebagian mereka tidak merasa malu untuk mengantri di barisan laki-laki ketika menunggu, masuk dan duduk diantara laki-laki khususnya di lapangan bisnis.
Meninggikan suara dalam berbicara dengan laki-laki dengan suara yang keras
sehingga terdengar dari kejauhan. Padahal tabiat seorang wanita biasanya berbicara rendah dan menghindari berbicara dengan laki-laki asing. Meniru kebiasaan laki-laki dalam hal berjalan dan beraktifitas, berupa berjalan di pasar-pasar atau jalanan seperti berjalannya laki-laki dengan gagah menyerupai gerakan laki-laki yang menampakkan kegagahan dan kejantanan.
Kasar dalam bermuamalah dan berakhlak dengan keluarga dan kerabatnya, tidak lembut, galak, keras kepala dan tidak menghargai orang lain, sifat-sifat ini tercela bagi laki-laki maka bagaimana bagi wanita?
Tidak memakai perhiasan yang khusus bagi wanita seperti pacar, celak mata, dan yang lainnya sehingga menjadi seperti laki-laki dalam bentuk dan penampilan. Aisyah Radhiallaahu anhu berkata: Ada seorang wanita menyodorkan sebuah buku dengan tangannya dari balik hijab kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam, beliaupun mengambilnya lalu berkata: “Aku tidak tahu apakah ini tangan laki-laki ataukah tangah wanita?” Aisyah menjawab: “Ta-ngan wanita.” Beliau berkata lagi: “Kalau engkau wanita maka engkau harus merubah kuku-kukumu,” maksudnya dengan pacar.” (HR. Abu Dawud)
Menyerupai laki-laki dalam berpenampilan berupa memotong rambut seperti potongan rambut laki-laki, memanjangkan kuku, posisi ketika berdiri atau duduk dan sebagainya. Melepaskan diri dari pengawasan suami atau wali. Dia tidak mau menerima kalau dirinya berada di bawah pengaturan suami atau wali dia menginginkan kebebasan bertindak secara mutlak tanpa izin atau pengawasan laki-laki yang memang bertanggung jawab atas dirinya.
Bepergian tanpa mahram dengan berbagai alat transportasi dan yang paling masyur adalah pesawat terbang. Dia sendirilah yang membeli tiket, pergi ke bandara, dan bepergian tanpa mahram yang menyertainya dan melindunginya dari orang-orang fasik. Perbuatannya itu telah menyimpang dari diennya (agamanya) dan tabiatnya. Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda:”Janganlah seorang wanita bepergian (safar) kecuali dengan mahramnya.” (muttafaq ‘alaih)
Sedikitnya rasa malu, seorang wanita tomboy telah tercabut rasa malu dari
kepribadian dan akhlaknya, ia tak ubahnya seperti pohon bugil tak berkulit.
Berbicara tentang segala hal, ngobrol dengan setiap orang pergi ke berbagai tempat tanpa rasa malu dan akhlak, sebagai mana sabda Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits yang shahih: “Sesungguhnya diantara hal yang telah diketahui manusia dari ucapan para nabi yang dulu adalah: Kalau kamu tidak merasa malu maka bertindaklah semaumu.”
Inilah beberapa bentuk penyerupaan wanita terhadap laki-laki yang keburukannya begitu nyata dikalangan para wanita, dan hal ini amat patut disesalkan. Dari penjelasan di atas bisa kita tarik kesimpulan yang menyeluruh tentang definisi wanita tomboy yaitu: wanita yang menyerupai laki-laki dalam hal berpakaian, penampilan, berjalan, berbicara, meninggikan suara, beraktifitas dan bercampur baur. Atau secara ringkasnya bahwa seorang wanita dikatakan tomboy kalau dia meniru seperti laki-laki (padahal yang ia tiru adalah merupakan ciri laki-laki yang bertentangan dengan kodrat kewanitaannya-pent).
Beberapa sebab seorang wanita menjadi tomboy
Ada beberapa penyebab yang mendorong seorang wanita menjadi tomboy yang
secara umum diantaranya adalah sebagai berikut:
Kurangnya iman dan sedikitnya rasa takut kepada Allah, karena terjerumusnya seseorang kepada maksiat baik dosa kecil ataupun dosa besar merupakan akibat dari kurangnya iman dan lemahnya perasaan merasa diawasi oleh Allah Azza wa Jalla.
Pendidikan yang jelek, peribahasa mengatakan bahwa seseorang adalah anak
bagi lingkungannya. Bila lingkungan tempat dia hidup merupakan lingkungan yang shaleh, maka diapun akan shaleh, kalau lingkungannya jelek maka diapun akan seperti itu. Seorang anak wanita yang hidup dirumah yang semrawut yang kosong dari pendidikan yang baik pada umumnya akan menyeret dia kepada berbagai penyimpangan.
secara umum diantaranya adalah sebagai berikut:
Kurangnya iman dan sedikitnya rasa takut kepada Allah, karena terjerumusnya seseorang kepada maksiat baik dosa kecil ataupun dosa besar merupakan akibat dari kurangnya iman dan lemahnya perasaan merasa diawasi oleh Allah Azza wa Jalla.
Pendidikan yang jelek, peribahasa mengatakan bahwa seseorang adalah anak
bagi lingkungannya. Bila lingkungan tempat dia hidup merupakan lingkungan yang shaleh, maka diapun akan shaleh, kalau lingkungannya jelek maka diapun akan seperti itu. Seorang anak wanita yang hidup dirumah yang semrawut yang kosong dari pendidikan yang baik pada umumnya akan menyeret dia kepada berbagai penyimpangan.
Pengaruh media masa dengan berbagai bentuk dan jenisnya, baik tontonan,
yang di dengar, ataupun bacaan. Di dalamnya berkembang dan tersebar pemikiranpemikiran sesat dan penyimpangan yang akan menyesatkan para wanita dan mendorong mereka untuk melanggar norma agama dan prinsip-prinsip kebenaran.
Taklid buta, dia berpakaian dan berprilaku tanpa memahami dan mengetahui apa yang dia lakukan, juga tidak memikirkan manfaat dan madharaat-nya. Dia hanya sekedar ikut-ikutan kepada apa yang ada di sekitar dirinya, dari kawan-kawannnya dan dari para seniwati (artis atau bintang), sekalipun hal itu bertendengan tabiat kewanitaannya.
Kawan bergaul yang jelek, di antara hal yang tidak diragukan lagi adalah kawan
bergaul yang mempunyai pengaruh besar dalam pribadi seseorang baik positif
ataupun negatif. Sebagaimana sabda nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam : “Perumpamaan kawan bergaul yang saleh dengan kawan bergaul yang jelek seperti orang yang menjual minyak wangi dengan peniup pande besi (kiir). Panjual minyak wangi mungkin dia akan memberikan kepadamu atau kamu membeli darinya, atau kamu bisa mencium harumnya. Adapun peniup pande besi mungkin dia bisa membakar pakaianmu atau kamu mencium bau busuk darinya.” (Muttafaq ‘alaih).
Kurang percaya diri dan upaya menarik perhatian, sebagian wanita ada yang
merasa kurang percaya diri dan berupaya menutup kekurangan itu dengan cara
yang justeru menyeret mereka kepada keburukan yaitu menyerupai laki-laki dalam berperilaku, penampailan, pakaian dan sebagainya.
Contoh yang buruk, contoh (figur) merupakan unsur pendidikan yang terpenting. Kadang-kadang seorang ibu berprilaku menyerupai laki-laki lalu di contoh oleh anak perempuannya. Umumnya para anak wanita memiliki kepribadian karena mencontoh ibu-ibu mereka. Maka seorang ibu yang tidak menghargai dan tidak menghormati ayah, pada umumnya anak wanitanya pun bertabiat seperti itu yaitu tidak menghargai suami mereka. Dan seorang ibu yang kasar nada bicaranya dan selalu keras dalam bersuara maka anak wanita-nya pun akan mewarisi sifat ini pula.
Tidak adanya rasa cemburu dari suami atau walinya, sehingga tidak mencegah
dia dari penyimpangan dalam masalah hijab dan pakaian dan tidak melarangnya dari perilaku yang tidak layak.
Demikian diantara sebab-sebab terpenting yang dapat menjerumuskan wanita ke dalam sikap meniru kaum laki-laki. Semoga Allah menjaga kita dari segala perbuatan yang menyelisihi syari’atNya serta membimbing kita semua agar tetap diatas fitrah yang diridhaiNya.
Dari Nasyrah Darul Wathan, “Al-Mustarjilah, al-mar’ah al-musyabbihah bir rijal”, Hamud bin Ibrahim As-Sulaim (Abu Haidar)
Langganan:
Postingan (Atom)