Tampilkan postingan dengan label Arikel Untuk Lajangiyyun.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arikel Untuk Lajangiyyun.. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Mei 2017

Jodoh? Akhlaknya Diprioritaskan daripada Ilmu Agamanya?

Ingat! “ilmu agamanya” lho, bukan “agamanya”. Karena agama sesoerang itu mencakup ilmu, akhlak dan amalnya.
Kenapa sih? Bukannya ilmu agama, kan mantap tuh, apalagi ustadz dan orang yang punya ilmu agama
Memang patokan utama memilih dan tidak ada tawar-menawar lagi adalah:
AGAMA dan AKHLAK
Tetapi kalau bicara memilih jodoh, cenderung dan prioritas melihat  bagaimana akhlaknya sesama manusia dan makhluk lainnya, akhlak nan mulia, memudahkan orang lain, menjadi teman disaat susah, banyak orang yang senang dengan mulianya akhlaknya
Kenapa?
1. Karena akhlak adalah cerminan.keimanan seseorang. Jika akhlaknya baik itulah cerminan imannya dan keikhlasannya, insyaAllah baik. Walaupun mungkin ilmu agamanya tidak banyak sekali
Sebagaimana hadits:
أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا
“Mukmin yang paling sempurna Imannya adalah yang paling baik akhlaknya”
(HR At-Thirmidzi no 1162, As-Shahihah no 284)
2. Ilmu agama tinggi belum tentu imannya bagus.
(Tetapi harus husnudzan bahwa ilmu agama dengan niat yang ikhlas akan membawa kepada akhlak yang baik)
Misalnya ada ustadz, tapi akhlaknya kurang baik. Senior dalam ilmu agama tetapi sombong dan merasa tinggi (ingat, ini sangat sedikit)
3. Di zaman sekarang ini, ilmu sangat mudah didapat. Atau “terlihat/terkesan” berilmu cukup mudah (apalagi di medsos)
ada google, modal copas, telpon minta fatwa dengan cepat.
Sehingga sekedar testimoni tentang “ilmu agamanya” saja kurang cukup. Maksudnya jangan terbuai dan terlena dahulu dengan testimoni ilmu agamanya
“Ustadz”, “lulusan universitas Islam ternama”, “bahasa arab dan hapalan bagus”, “Ustadz dunia maya”
Tetapi carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang akhlaknya dan muamalah dengan sesama makhluk.
Ingat! dalam kehidupan rumah tangga nanti, kemuliaan akhlak sangat penting (silahkan tanya deh  ke mereka yang sudah berumah tangga). Rumah tangga itu susah dan senang. Saat-saat senang dan aman, semua bisa jadi teman yang baik, tetapi belum tentu di saat susah
Bagaimama mencari info tentang akhlaknya?
1. Tanya kepada keluarga dan teman dekatnya yang sudah lama bergaul
Bukan dengan pacaran/ujicoba. Mohon maaf karena pacaran itu yang ditampilkan baik-baiknya aja,Setia dan romantis padahal ada maunua, ketemunya pas cantik dan gantengnya. Padahal…
2.Tanyakan kepada teman-teman di daerah asalnya.
Karena seseorang itu bisa jadi berubah sikapnya di lingkungan baru/perantauan. Di daerah orang gak berani macam-macam dan neko-neko. Tetapi di daerah (kekuasaan) sendiri bisa jadi.. (ini hati-hati dan cek-ricek, bukan su’udzan)
3.Tanyakan kepada teman yang mungkin satu rumah/kontrakan/kos dengannya
Karena “rumah adalah aurat” disitu kelemahan dan kekurangan terlihat.
Sedangkan dalam urusan jodoh. Nabi shallallaahu alaihi wa sallam memerintahkan harus memberikan informasi yang seimbang dan terbuka kelebihan dan kekurangannya.
4. Jika dia seorang aktifis atau ikut di organisasi tertentu (termasuk.kantor tempat bekerja), anda bisa.tanyakan beberapa teman kantor dan bosnya.
Karena organisasi terkadang komplek, rumit dan butuh “otak yang dingin” menyelesaikan dan menghadapi masalah. Itu bisa menjadi cerminan awal mengarungi bahtera rumah tangga
Sebaiknya jangan juga terpaku kaku dengan testimoni ustadz -gurunya- tentang ilmu agamanya. apalagi ustadz tersebut jarang bergaul dan hanya ketemu di majelis ilmu. Di majelis ilmu insyaAllah akhlaknya terlihat baik semua
Kami yakin, anda lebih tahu bagaimana cara mencari informasi yang tepat dan akurat tentang akhlaknya
Tetapi ingat, jangan sampai kita su’udzan dengan mereka yang berilmu agama. Dalam masalah jodoh (apalagi bagi wanita) perlu cek dan ricek.
Kami menulis hal ini karena memang ada kejadiannya (ingat, sedikit). Ternyata ilmu agama tidak sesuai dengan amalnya, akhlaknya tidak “segarang” dan “setenar” di medsos.
Bagi comblang (pahala mencomblang yang sesuai syariat besar lho) yang memperantarai, sebaiknya jangan menjadi comblang atau merekomendasikan/menawarkan hanya karena tahu ilmu agamanya saja.
misalnya ustadz lulusan universitas ternama, langsung ditawarkan.ke sana ke sini, padahal dia kurang tahu tentang akhlaknya atau bahkan tidak kenal.
jika iya ingin menawarkan, maka bantulah dengan mencarikan info tentang akhlak dan agamanya
Prinsip comblang: sebaiknya jangan jika tidak kenal (anjuran lho)
Mohon maaf, kami share ini berdasarkan beberapa pengalaman (bukan pengalaman pribadi hehe) semoga bisa menjadi informasi bagi kita semua.
Semoga Allah membaguskan akhlak kita dan kaum muslimin. Semoga Allah memudahkan jodoh bagi mereka yang tengah harap-menanti

@Pesawat Sriwijaya Air Jogja-Makasar
Penyusun: Raehanul Bahraen
(KABID Kemuslimahan Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari -YPIA- Yogyakarta)

Sumber: https://muslimafiyah.com/jodoh-akhlaknya-diprioritaskan-daripada-ilmu-agamanya.html

Sabtu, 02 Maret 2013

::Sifat Asli Keluar Setelah Menikah::

Bila kau ingin tau, mengerti dan merasakan kasih sayang maka menikahlah...
Kasih sayang diluar pernikahan adalah hawa nafsu..

Sifat asli sebetulnya selalu ada, tapi mata dirabunkan oleh cinta, logika dilumpuhkan, telinga ditulikan, dan hati dibekukan oleh cinta, membuat orang yang sedang jatuh cinta TIDAK MELIHAT sifat asli yang sebetulnya sudah ditampilkan.

Aa' Sayang Banget Sama Neng>.

Masa sich A'?

Hanya nieng perempuan di hati Aa'

Emangnya emak loe mau di kemanain.. Boo.. Sayang-sayang tapi kagak mau datang ke orang tuanya..

Nah, loh kan ribet ketika belum apa-apa udah bilang sayang..

Gemana kalau udah nikah nanti,, hati tersayat seperti sembilu dan bagaikan bawang goreng yang diiris-iris seperti yang saya makan.

Yang biasanya melihat sifat asli yang akan menyayat hati di dalam pernikahan itu adalah orang tua, saudara dan teman-teman terdekat kita.

Tapi, berapa banyakkah orang yang sedang dimabuk cinta itu mau mendengar nasihat?

Itu sebabnya, keluarga yang disusahkan sebelum pernikahan itu terbukti tidak amanah. Memang terasa agak kejam tapi sebagian penyiksaan dalam pernikahan yang buruk adalah pelajaran bagi orang keras kepala.

Inilah salah satu hikmah dilaranngnya pacaran, karena masa-masa yang mereka sebut dengan pacaran adalah masa yang paling sulit mendeteksi kejujuran dan memahami kepribadia serta mempertahankan egonya sendiri-sendiri..

Yang masih lajang gemana nich??

Buat elo yang hatinya belum terjaga hendaklah menikah, siapa yang belum menikah, hendaklah menjaga hatinya dari fitnah wanita..

PUISI : GALAUKU PADAMU ...

Apa semua manusia diciptakan dengan cinta?
apa semua bisa merasaka cinta?
apa semua tahu apa yang disebut cinta?
mengapa hanya diriku yang tak tahu apa arti sebuah cinta?

apa benar cinta itu indah?
cinta itu anugrah?
tapi mengapa hanya diriku yang tak mempunyai cinta
apa cinta itu benar-benar adil?

jikaku diberi kesempatan untuk menikmati apa itu cinta
betapa bahagianya hari-hariku
betapa indah nya hidupku
OH…CINTA.. kau membuatku berangan-angan
untuk memilikimu CINTA

dikutip dari ruang sebelah..

::Komentar saya : MAKANYA NIKAAAAAAAAH!!!! biar tau artinya cinta dan dicinta::

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Rum: 21)

Al-’Allamah Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata: “ ‘Di antara tanda-tanda kekuasaan’ yang menunjukkan rahmat dan perhatian-Nya kepada hamba-hamba-Nya, hikmah-Nya yang sangat agung dan ilmu-Nya yang luas, adalah “Dia menciptakan kalian dari jenis kalian dengan berpasang-pasangan,” yang mereka serasi dengan kalian dan kalianpun serasi dengan mereka. Sesuai dengan bentuk kalian dan kalian sesuai dengan bentuk tubuh mereka. “Agar kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Allah jadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang” sebagai buah dari pernikahan tersebut. Dengan adanya istri, seseorang dapat bersenang-senang dan merasakan kenikmatan, mendapatkan manfaat dengan adanya anak-anak, mendidik mereka, serta merasakan ketenangan bersamanya. Sehingga kebanyakannya, engkau tidak mendapati sebuah kasih sayang dan rahmat yang menyerupai apa yang dirasakan antara suami dan istri. Sesungguhnya dalam hal itu terdapat tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi kaum yang berpikir. Yang menggunakan pikirannya dan mentadabburi ayat-ayat Allah k serta berpindah dari satu ayat kepada yang lainnya.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman)


Oleh Kakangku Abu  Iram Al-Atsary

Minggu, 06 Januari 2013

Jadilah cewek harus tegar ya dek...


Aa' mau bagi-bagi ilmu berbagi dikit nich dek... yang pasti Aa' ngasih motivasi buat adek-adek

Kebalikan cewek cengeng adalah tegar. Tegar dalam menghadapi masalah, tegar dalam bersikap dan tangguh dalam pendirian yang positif.

Kamu bisa kok menjadi cewek tegar di usia belia ini. Syaratnya cuma satu, kamu paham tujuan hidup kamu dan tahu bagaimana melewati kehidupan ini agar aman sentosa hingga di tujuan akhir kelak, akhirat.

Tujuan hidup seorang muslim dan muslimah meskipun dia masih ABG, itu semua sama yaitu meraih ridho Ilahi untuk kebahagiaan yang hakiki. Kalau tujuan ini sudah dipahami dengan baik dan benar, maka tujuan selain itu akan minggir semua. Hal remeh-temeh semisal diputusin cowok atau bertepuk sebelah tangan terhadap cowok yang disuka, itu menjadi hal yang kecil dan tak perlu dirisaukan lagi. Sebaliknya, dia akan berusaha menempuh jalan untuk memudahkan meraih tujuan itu tadi.

Lalu, jalan apa yang harus ditempuh agar tujuan tercapai? Kalau memang sudah paham bahwa ridho Allah segalanya dan menjadi tujuan akhir, maka jalan yang diambil juga harus sesuai dengan maunya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Untuk mengetahui hal ini, tidak bisa tidak kamu kudu punya ilmunya. Karena sesungguhnya iman tanpa ilmu itu sesat, ilmu tanpa iman tak ada gunanya. Keduanya harus berjalan seiring. Imam Bukhari menulis sebuah bab dalam kitab shahihnya "Al-'Ilmu Qablal Qauli wal 'Amal", artina  Berilmu dulu sebelum berkata dan beramal.

Banyak sumber dan kegiatan yang bisa kamu lakukan untuk menimba ilmu ini. Sering-seringlah mengikuti pengajian fahmu ala salaf. Di sana kamu bisa memahami banyak hal yang sebelumnya terlewat olehmu, manfaatkanlah masa mudamu untuk mengenal Allah, taat kepada Allah, taat kepada Rasul, mengikuti Sunnah Rasulullah Shalallahu'alayhi wa Sallam, salah satunya bisa menyebabkan mendapat naungan nanti pada hari kiamat, nah lho gampangkan jalan ketaatan mah?? Dan satu hal yang perlu adek camkan cinta buta terhadap cowok yang belum tentu jadi suamimu. Waktumu akan jauh lebih berguna daripada nangis bombay meratapi diri karena ditinggal cowok.

Tak ada kata terlambat. Cewek yang semula cengeng karena merasa lemah setelah ditinggal si cowok, bisa menjadi sosok yang tegar ketika mengenal Islam dengan benar dan baik. Jangan percaya dengan lagu Rossa yang booming di jaman dulu bertitel Tegar. Tuh lagu isinya malah kebalikan yaitu lemah tanpamu alias tanpa si cowok. Tegar itu adalah ketika kamu bisa tetap semangat meskipun tanpa si dia. Bahkan kamu seharusnya lega karena tanpa si dia alias pacar, kamu jadi terbebas dari dosa mendekati zina. Apalagi lagu-lagu sekarang banyak menjerumuskan kemaksiatan dan dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, cukupkan hiburanmu dengan Al-Qur'an, datang ke majlis ilmu. Imam Adh Dhohak mengatakan, “Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah.” (Talbis Iblis, Ibnul Jauzi, hal. 289, Darul Kutub Al ‘Arobi, cetakan pertama, 1405 H)


Fokus kamu yang semula hanya di satu titik yaitu cowok dan cowok mulu, sekarang ini mulai bisa melihat secara lebih objektif. Ternyata dunia itu indah untuk sekadar meratapi kehilangan satu cowok yang nggak penting. Lihat tuh sodara-sodara yang ada di Palestina, Suriah, Myanmar dan bannyak tempat lain di dunia. Mereka kehilangan anak, orang tua, suami/istri serta saudara kandung dalam hitungan detik.

Mereka saja yang pantas untuk menangis dan meratap mampu bersikap tegar dengan semua cobaan itu. Semua itu tak lain dan tak bukan, karena iman di dada serta pemahaman tentang kehidupan yang lurus. Dengan bekal ini, semua cobaan terasa lebih ringan. Mereka menapakai dunia tidak dengan cengeng dan terus-terusan menangis. Mereka bangkit untuk kemudian berlari mengejar cita-cita kebebasan. Nah kamu yang sudah tinggal di negeri bebas dari zona perang, seharusnya bersyukur dan nggak cengeng karena masalah cowok.

Adek-adek Aa' yang baik hatinya, kamu bisa kok bangkit dari keterpurukan dan menjadi sosok tegar. Mulai sekarang, ubah pola pertemanan kamu. Tapi tidak dengan serta merta meninggalkan temanmu yang dulu. Pelan tapi pasti kamu harus mulai mencari teman yang bisa memotivasi kamu dalam kebaikan. Bukan malah yang ngomporin kamu untuk pacaran.

Kamu yang dulu suka banget nonton sinetron atau FTV cengeng yang isinya mulu tentang pacaran, stop mulai dari sekarang. Isi waktumu yang singkat di dunia untuk melakukan hal-hal yang lebih berguna. Belajar, membantu ortu, mengkaji Islam dan bahkan juga berdakwah. Sok atuh, kita semangat jadiilah manusia yang bermanfaat buat orang lain.


Aa' Khairin Syamruddin An Nagarawy

Senin, 31 Desember 2012

Tips Bagaimana Mendapatkan Pasangan Idaman


Ringkasan :
Mencari jodoh yang ideal memang gampang-gampang susah namun seseorang harus tetap berusaha untuk mendapatkannya, dengan syarat tidak melanggar syariat, semisal berpacaran.
Mencari jodoh yang ideal memang gampang-gampang susah namun seseorang harus tetap berusaha untuk mendapatkannya, dengan syarat tidak melanggar syariat, semisal berpacaran. Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkannya, anatara lain:
1. Berdoa’a kepada Allah Ta’ala
Berdo’a adalah senjata kaum muslimin, karena Allah akan mengabulkan permohonan hamba-Nya sebagaimna firman-Nya:
Dan Tuhanmu berfirman: Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS. Ghofir: 60).
Maka bagi yang mendambakan suami istri idaman hendaklah dia memperbanyak berdo’a kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana do’a yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya: Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istriistri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami
iman bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74)
2. Mencari informasi dari orang yang terpercaya
Termasuk hal tolong menolong dalam kebaikan, bagi orang yang mengetahui adanya laki-laki shalih atau wanita shalihah untuk mengabarkan kepada orang yang mau menikah. Begitu pula bagi yang ingin menikah untuk mencari informasi tentang orang yang akan dilamar agar tidak terjadi penyesalan dikemudian hari. Ada satu hadits yang berhubungan dengan hal ini; Dari Anas bin Malik berkata: Sesungguhnya Rasulullah Shalallah Alaihi wa Sallam mengutus Ummu Sulaim untuk melihat seorang gadis, dan beliau berkata: Ciumlah bau mulutnya dan lihatlah yang diatas tumitnya. (HR. Ahmad, Baihaqi, Hakim beliau berkata Shahih dan disepakati oleh Imam Dzahabi, namun Syaikh Al-Albani melemahkannya).
3. Melihat Calon istri
Untuk bisa mengetahui kriteria fisik calon istri, seseorang dierbolehkan bahkan dianjurkan untuk melihatnya sebelum melamarnya. Dari Mughirah bin Syu’bah berkata: Aku berniat melamar seorang wanita. Rasulullah Shalallah Alaihi wa Sallam bertanya kepadaku: apakah engkau sudah melihatnya? Belum jawabku, maka beliau bersabda: Lihatlah dia, karena hal itu dapat melanggengkan rumah tangga kalian berdua.(HR. Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad)
Bahkan boleh baginya mencuri pandang serta melihatnya dari arah yang tidak diketahui oleh si wanita.
Dari Sulaiman bin Abi Hatsmah berkata: Saya pernah melihat Muhammad bin Maslamah mengintai seorang wanita dari atas tembok, kukatakan kepadanya: Apakah engkau masih berbuat begitu padahal engkau seorang sahabat nabi? Ia
menjawab: Tentu saja, karena Rasulullah Shalallah Alaihi wa Sallam pernah bersabda: Jika terbetik pada seseorang keinginan meminang seorang wanita, maka ia boleh melihatnya. (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).
4. Menawarkan putrinya atau saudarinya kepada orang shalih yang baik agamanya
Dari Umar bin Khattab berkata: Ketika Hafshah binti Umar menjadi janda karena kematian suaminya, saya pergi menemui Utsman bin Affan untuk menawarkan Hafshah kepadanya, Utsman menjawab: Saya pertimbangkan terlebih dahulu.
beberapa hari kemudian Utsman menemuiku, ia berkata: Kelihatannya saya belum punya keinginan menikah sekarang ini, Umar berkata: Kemudian aku pergi menemui Abu Bakar, kukatakan kepadanya jika engkau setuju, aku nikahkan engkau dengan Hafshah, Abu Bakar diam saja dan tidak memberikan jawaban apapun. Beberapa hari kemudian Rasulullah Shalallah Alaihi wa Sallam datang melamar Hafshah. Akupun menikahi beliau dengannya. (HR. Bukhari).
5. Menawarkan dirinya pada orang shalih untuk dinikahi
Seorang wanita boleh menawarkan dirinya pada orang shalih untk dinikahi dengan syarat aman dari fitnah. Dari Anas bin Malik berkata: Ada seorang wanita datang kepada Rasulullah Shalallah Alaihi wa Sallam untuk menawarkan dirinya kepada beliau, dia berkata: Wahai Rasulullah, apakah anda mau menikah denganku? Maka berkata putri Juas: Alangkah tidak punya malunya wanita itu, lantas Juas menjawab: Wanita itu lebih baik darimu, dia ingin dinikahi oleh Rasulullah Shalallah Alaihi wa Sallam, maka dia menawarkan dirinya. (HR. Bukhari, Nasa’i, dan Ibnu Majah).
Namun untuk zaman kini, sebaiknya dilakukan tidak secara langsung melainkan mencari wasilah (perantara) yang bisa dipercayai untuk menutup pintu fitnah.
6. Shalat istikharah
Pilihan Allah Ta’ala adalah sebaik-baik pilihan, maka shalat istikharah adalah jalan terbaik untuk mendapatkan pilihan yang tepat. Sebagaimana hadits Jabir bahwasanya rasulullah Shalallah Alaihi wa Sallam bersabda: Apabila seseorang
dianatara kamu berhasrat melakukan satu perkara, hendaknya ia mengerjakan shalat dua rakaat diluar shalat fardhu, kemudian bacalah doa ini:
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu- Mu, aku memohon kekuatan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, aku memohon karunia-Mu yang besar. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sementara aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui dan Engkaulah yang maha Mengetahui perkara yang ghaib. Ya Allah, Apabila Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku, agamaku, hidupku dan baik akibatnya terhadap diriku maka tetapkanlah dan mudahkanlah bagiku. Dan jika Engkau tahu bahwa prkara ini buruk bagiku, agamaku, hdupku serta buruk akibatnya terhadap diriku, maka jauhilah perkara ini dariku dan jauhilah diriku darinya, tetapkanlah kebaikan untukku dimana saja aku berada, kemudian jadikanlah diriku ridha menerimanya.
Lalu Rasulullah Shalallah Alaihi wa Sallam bersabda: Lalu silahkan ia menyebut kepentingannya.
(HR. Bukhari dan Abu Dawud).
Sumber : Majalah Al Furqon, Edisi: 9 Th.II/Rabi’ul Tsani 1424 H.

Beberapa faidah Menikah Muda


Dunia ini semakin tua semakin marak dan ramai, semakin membuat betah para penghuninya. zaman sudah sangat bergengsi, dengan canggihnya media kini manusia jauh lebih mudah dalam berhubungan.
Seiring itu pula, pintu pintu keburukan pun semakin terbuka lebar, kalau dulu baju yang mahal adalah baju yang memakan bahan banyak, kini kalah oleh bikini yang seret bahan.
Dalam berpakaian saja sudah terbalik, kaum pria celananya menjulur kebawah mata kaki, sedangkan wanita semakin naik ke atas lutut. suatu pemandangan indah secara syahwat namun penuh dosa…
Seseorang yang bergaul di masyarakat kini semakin mudah mendapatkan apa yang inginkan, dari mulai belanja di kelas mall sampai dengan belanja telfon, online yang siap langsung diantar sampai tujuan. Namun kemajuan teknologi tidak hanya berdampak “hidup indah”, tetapi maksiat juga “murah dan mudah” ,..
Mengingat itu semua, menikah muda merupakan sebuah pilihan tepat. Karena ada beberapa faidah dari kita menikah muda , diantaranya :
1. Kecil kecil dah jadi manten, otomatis kepenasaran syahwat yang sudah tumbuh sejak kecil terlampiaskan dijalan yang benar dan halal
2. Usia muda sudah beranak pinak, secara otomatis saat kita beranjak tua, anak-anak sudah besar, dan disaat anak membutuhkan banyak biaya, si orang tua masih kuat dan bertenaga, belom loyo dan renta.
3. Dengan menikah dimasa masih muda, hidup bisa lebih terprogram, karena sebanyak apapun penghasilan kita jika masih lajang, sulit untuk menyusun program, biasanya selalu ada saja hal sia-sia yang kita lakukan untuk memenuhi hobilah, berhura-hura bersama kawan atau yang lainnya, tapi jika sudah menikah, sedikit banyak uang yang ada bisa mulai menyusun rencana, misal dengan mengumpul ngumpul alat-alat rumah tangga dari mulai beli sendok 2, piring 2, gelas 2, garfu 2, panci, ketel, dan alat masak lainnya, yang lama-lama akhirnya bisa lengkap sudah disebut sebagai sebuah peralatan keluarga. Adakah bujangan yang punya ketel ? panci, pisau dapur dan bumbu masak?
4. Dengan menikah dimasa muda, kita bisa lebih kuat menjalani hidup dan kehidupan, disaat bersedih ada yang menghibur, ada yang membelai, ada kawan curhat dan berbagi, ada kawan untuk tempat kita bersandar, karena fitrah manusia itu membutuhkan kawan, jika tidak demikian maka tak mungkin ayahanda kita Nabi Adam sampai sibuk kesana kemari mencari ibunda Hawa ya .. artinya hidup sendiri itu menyebalkan !!
5. Dengan menikah dimasa muda, kita lebih bisa mendapatkan banyak pengalaman, dan meningkatkan kemampuan diri, karena sifat anak muda itu dinamis, artinya jika masih muda sudah mempunyai tanggung jawab, maka ia akan mengerahkan segenap kemampuannya untuk mengatasi kebutuhan hidupnya, dari mulai usaha, mendidik anak dan bersaing (tentunya dalam kebaikan) dengan kawan-kawan dekatnya, semisal si A kawannya anaknya sudah masuk pondok, maka kita pun akan terpacu berusaha memasukkan anak-anak kita kedalam pondok.
6. Dengan menikah muda, hubungan antara orang tua dengan anak akan semakin dekat, karena jarak masa yang tak terlalu jauh membuat kita masih bisa merasakan lajunya dinamis hidup di zaman mereka, berbeda dengan orang tua yang jauh usianya, karena biasanya tak mengalami fase fase tuntutan zaman dimasa anaknya,, yang ada kekangan yang tak beraturan lantaran ketidak tahuan.
7. Dengan menikah muda lebih bisa menghemat guling dan bantal, karena tidak cepat rusak karena gemez, dan punya kesempatan luas buat poligami.. hehe.. yang ini mah intermezzo ya.. jangan masuk hati ah ..
Intinya seperti itulah pentingnya menikah di masa muda, oleh karena itulah untuk anda yang masih muda-muda , segeralah menikah, dan berikut ini ada beberapa tips agar cepat menikah :
1. Pilih wanita karena pertimbangan agamanya, Walau cantik tapi baik agamanya maka segera embat, jika cantik tak masuk kriteriamu maka jangan abaikan. Karena baik model ini adalah faktor kuat pendukung untuk terciptanya keluarga yang sakinah mawaddah warahmah,..
2. Cari yang sekufu denganmu dalam hal harta, kedudukan, karena ini akan lebih memudahkanmu didalam pelaksanaan pernikahan, karena biasanya menikahi wanita kaya raya anak pejabat misalnya membutuhkan perjuangan ekstra, baik dalam hal lobi lobi, apalagi bandingan harta, sedikit sekali orang – orang yang memahami bahwa rizki itu “mengikuti” , yang ada pola pandangan orang tua adalah anaknya mesti menikah dengan yang sama atau lebih dalam hal kekayaannya, orang tua cenderung berfikir kolot, takut anaknya sengsara padahal dia dulu waktu nikah cuma berbekal “kolor ijo dan harta seadanya” .. ibarat kacang lupa pada kulitnya, itulah kebanyakan orang tua..
Namun ini bukanlah standar baku hanya sekedar landasan pacu saja, dalam hal prakteknya mungkin bisa saja berbeda , bisa saja anda bertemu anak milyarder yang sholih, lalu tertarik dengan anda dan ingin menikahkan putrinya dengan catatan :
“Nih urus semua kekayaan saya, tapi ajarkan agama pada putri saya ” …
::NGarep.com:: (Seandainya Aa' dapat ya....hmmm)
Semoga bermanfaat ..

Berdoa ketika bersedih…


Jika kita merasa sedih karena sesuatu menimpa kita seperti kehilangan harta, sulit mencari pekerjaan, kematian salah seorang keluarga kita, tidak mendapatkan sesuatu yang kita idam-idamkan, jodoh tak kunjung datang ataupun yang lainnya, maka ucapkanlah do’a berikut yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Tidaklah seseorang ditimpa suatu kegundahan maupun kesedihan lalu dia berdo’a: “Ya Allah, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, putra hamba laki-laki-Mu, putra hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di Tangan-Mu, telah berlalu padaku hukum-Mu, adil ketentuan-Mu untukku. Saya meminta kepada-Mu dengan seluruh Nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakannya untuk Diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur`an sebagai musim semi (penyejuk) hatiku dan cahaya dadaku, pengusir kesedihanku serta penghilang kegundahanku.” kecuali akan Allah hilangkan kegundahan dan kesedihannya dan akan diganti dengan diberikan jalan keluar dan kegembiraan.” Tiba-tiba ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tidakkah kami ajarkan do’a ini (kepada orang lain)? Maka Rasulullah menjawab: “Bahkan selayaknya bagi siapa saja yang mendengarnya agar mengajarkannya (kepada yang lain).” (HR. Ahmad no.3712 dari ‘Abdullah bin mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albaniy)

Juga do’a berikut ini: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gundah gulana, sedih, lemah, malas, kikir, penakut, terlilit hutang dan dari tekanan/penindasan orang lain.” (HR. Al-Bukhariy 7/158 dari Anas radhiyallahu ‘anhu)


Jumat, 21 Desember 2012

Surat Cinta Tertutup Untukmu…

CATATAN DIARYKU UNTUK ORANG YANG KUCINTAI
-Sebuah catatan muslimah-
Bismillah …
Calon suamiku yg kukasihi tiada pernah aku bermimpi engkau akan menyatakan niatmu untuk menikahi tahun depan, saat itu hatiku tiba-tiba gelisah, aku panik bercampur bahagia rasanya aku tak sabar menunggu saat-saat yang paling bersejarah dalam hidupku itu…

begitu bahagianya hatiku, ingin aku berbagi rasa dengan para sahabatku, lalu dengan bangganya aku menceritakan tentang dirimu yang sangat mencintai Alloh kepada sahabat-sahabatku? Alangkah terkejutnya aku mendengar perkataan mereka tentang dirimu, beberapa sahabat wanitaku bertanya padaku? apa loe serius mau nikah sama cowo yg sok alim?…

loe tau kan cowo yg sok alim itu pasti ngekang istrinya gak boleh keluar rumah, gak boleh kerja, malahan ada yg suruh istrinya pake cadar, ih gw seh ogah!!!?, dan salah satu sahabat lelakiku mengatakan ? serius loe mau nikah secepet itu, loe kan belum pernah liat orangnnya, mending PACARAN dulu 2 ato 3 thn buat saling kenal?kalo gw seh sebagai seorang modern, realistis dan open minded gak mau nikah cepet-cepet, dan nantinya gw bakal kasih kebebasan buat istri gw, kan wanita berhak bebas juga??kata-kata itu bagai petir menyambar hatiku, aku tak menyangka sahabat-sahabat yg selama ini sangat dekat denganku ternyata menganut faham kebebasan dan faham modernisasi?sesaat niatku untuk menikahimu karena mencari Ridha Alloh pun menghilang, syukurlah aku tersadar dan kupanjatkan do?a dengan sungguh-sungguh kepada sang Illahi agar Ia memberikan Petunjuk-Nya kepadaku?Subhanalloh niatku yg telah memudar kembali jernih sejernih air zam-zam, tiada ada kebimbangan dan keragu-raguan dalam hatiku?Kini jika kelak aku menjadi istrimu dapat kuyakinkan padamu bahwa:

Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terpasung jika kelak engkau memerintahkanku untuk berhenti bekerja, aku merasa bahwa perintahmu itu adalah karena engkau terlalu mencintaiku, sehingga engkau sama sekali tidak rela melihatku bekerja keras demi mencari kekayaan dunia, Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terpenggal jika kelak engkau memaksaku menutup auratku atau bahkan memaksaku mengenakan cadar sekalipun!

Aku merasa bahwa paksaanmu itu adalah karena engkau begitu mencemburuiku, sehingga engkau tidak akan pernah ikhlas jika lelaki lain memandangi tubuhku dengan tatapan nafsu?

Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terbelenggu jika kelak engkau tidak memperbolehkanku mempekerjakan pembantu dalam rumah tangga kita,aku merasa laranganmu itu adalah karena engkau sangat menyayangiku, sehingga engkau tidak ingin aku menyesal dikemudian hari karena aku tidak bisa melihat anak-anak kita tumbuh dalam asuhanku…

Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terhalang jika kelak engkau melarangku untuk bebas keluar rumah tanpa seizinmu,aku merasa aturanmu itu adalah karena engkau sangat merindukan dan mengkhawatirkanku, sehingga engkau akan merasa gelisah jika aku tidak berada dirumah…

Aku tiada akan pernah merasa kebebasanku terinjak-injak jika kelak engkau membatasi pergaulanku,aku merasa perlakuanmu itu adalah karena engkau terlalu mengasihiku, sehingga engkau tidak ingin melihatku terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang akan mengantarku memasuki pintu neraka…

Yaa…aku akan sangat berterima kasih jika kelak engkau membatasi kebebasanku bukan karena ego-mu, tetapi karena engkau sangat memahami kewajiban dan tanggung jawab yang telah Alloh berikan kepadamu sebagai seorang suami..

Aku heran dengan para istri yg menyerukan kebebasan, sungguh sangat bodoh jika seorang istri merasa bahagia saat sang suami membebaskan cara berpakaian istrinya, tahukah sang istri bahwa perlakuannya itu pertanda sang suami tidak memiliki rasa cemburu kepadanya sekalipun banyak mata lelaki buaya yg menikmati kemolekan tubuh istrinya,Dan aku heran dengan para suami yg memperbolehkan istrinya untuk keluar rumah dengan bebas, lalu saat sang suami pulang kerja didapatinya rumah berantakan dan tidak ada makan malam untuknya karena sang istri terlalu sibuk bekerja atau bergosip dengan tetangganya…

Duhai calon suamiku, saat aku telah menjadi istrimu gunakanlah hakmu sebagai seorang suami untuk membimbingku, agar aku tidak akan pernah terperosok ke dalam faham kebebasan yg penuh dengan tipu daya..

Namun saat melihat kenyataannya bahwa begitu banyak rumah tangga yg awalnya saling mencintai, harmonis, dan bahagia tapi tak lama berselang rumah tangga tersebut hancur tak bersisa dan tidak sedikit pula suami-istri yang saling menyakiti baik fisik maupun mental, Aku tak bermaksud untuk meragukanmu wahai calon suamiku, aku yakin suami yg bertakwa kepada Alloh pasti akan memperlakukan istrinya dengan baik…

Tapi sebelum aku memasuki kehidupan baru denganmu, izinkanlah aku mengajukan beberapa pormohonan padamu agar engkau dapat memahami isi hatiku sebagai seorang wanita dan seorang istri..

Duhai calon suamiku…aku bukanlah mahkluk bisu seupama sansak tempatmu latihan karate, maka jangan gunakan tanganmu untuk meluruskan kesalahanku…

Duhai calon suamiku,aku bukanlah patung tak berperasaan, Maka perlakukan aku dengan akhlaqmu yang penuh kelembutan…

Duhai calon suamiku
sungguh yang kuharapkan hanyalah kebahagiannya dalam rumah tangga kita, yang kuinginkan adalah ridha dari dirimu,yang kemudian menjadi ridha dari Allah pula… yang kudambakan hanyalah genggaman tanganmu yang akan membawaku ke surga dunia dan akhirat, Untuk itu ajaklah aku untuk menyelami kehidupan yang paling berbahagia, mari kita saling mengerti, memahami, dan mengasihi selayaknya dua insan yang raga dan jiwanya telah saling menyatu,

oh sungguh bahagianya aku jika memiliki suami yang akan mengajariku dengan cinta dan membimbingku dengan kasih

Duhai calon suamiku…
sebelumnya aku ingin berterima kasih padamu karena kelak engkaulah yang akan membawaku memasuki surga yang tiada akan pernah terbayangkan indahnya, engkaulah yang akan menuntunku mencapai Ridha Illahi, engkaulah yang akan menjagaku dalam mengarungi lautan hidup, engkaulah yang akan menjadi sandaran saat ragaku letih dan bersedih, engkaulah yang akan membantuku untuk menjadi seorang ibu yang paling berbahagia, engkaulah yang akan menemaniku disaat usiaku telah senja, dan engkaulah yang akan menjadi tempat untuk aku mencurahkan seluruh perasaan hatiku…Didadamu kelak aku bersandar..dipunggungmu aku berlindung dari teriknya hidup..

Sungguh aku akan menjadi istri yg paling berbahagia jika memiliki suami yg menyayangi dan mencintaiku karena Allah dan semoga itu adalah dirimu…

Calon suamiku sekian surat cinta tertutupku untukmu yang kutulis penuh dengan kasih dan harapan, dan kuharap engkau kelakk membacanya dimalam pengantin kita yang pertama…

Semoga Alloh selalu Meridhai dan Memberkahi rumah tangga kita nanti dengan kebahagiaan, sakinah wamaddah warahmah…

Dari calon istrimu yang begitu merindukan syurga dan wanginya yang tercium dari jarak sekian dan sekian …

Facebook Serba Status

Berapa banyak orang yang mengkritisi orang-orang yang sering update status di facebook, namun terkadang kritiknya kurang Profesional alias tak tepat sasaran gusur.

Sebenarnya, facebook sudah seperi sebuah dunia nyata, yang aktualnya sudah seperti merupakan tempat khusus, kita bisa bergaul, bisa membaca, bisa cari ilmu dan juga bisa mengenal berbagai lapisan masyarakat yang secara ruang  dan waktu terpisah oleh jarak tempuh yang jauh.


Namun tentu saja ,  namanya juga media, bisa menjadi wasilah baik dan kebaikan bisa juga menjadi wasilah kehancuran, tinggal bagaimana kitanya saja menyikapinya kok ya .

Ada orang yang sampai membuat kriteria A, B, C, D, untuk mengkategorikan manusia macam apa para pengguna facebook, so padahal dianya sendiri rajin update status , hehe..

Yang terpenting dari semua itu adalah memahami mana wasilah kebaikan buat kita mana wasilah kehancuran, sehingga kita bisa berpegang dengannya dan mau berpijak dan menempatkan posisi dimana .
Boleh bercanda di facebook, mau haha hoho hihi hehe juga boleh kok, dan apapun hukum asal semua perkara dunia itu boleh, yang terpenting jangan menabrak rambu-rambu agama  dan peraturan pemerintah dalam hal perkara kemaslahatan hidup bergaul dan bermuamalah yang tak melanggar konsep agama. Ini patokan dasarnya.

So tak perlulah anda kaku, kikuk, kita boleh menggunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan kita kok dari A- sampai Z dengan batasan yang sudah saya sebut diatas tadi ya

Yang menjadi sorotan adalah kelemahan emosional kita, kalau hanya bangun tidur update status, mo makan, mo pergi dan yang lainnya itu mah ga masalah saya rasa, itukan hanya sekedar berbagi,, namanya juga share, toh dari kecil anda pun sudah didik serba memberi tahu, ga percaya ?

Coba ingat-ingat .. apakah anda saat kecil tak dilatih memberi tahu ? Masa sih ? Buktinya kalo mo Ee anda dituntut ngomong kok, Ma..Ee mak .. bahkan sampai gede, anda saat bergaul dan ngumpul pass mo ke WC mesti aja laporan sama temen, “Woyy gue mo EE duyu ya sob ” Nah loh, bener ga tuh ? Nah kebiasaan kecil sampe gede pun anda ikuti terus, bahkan seorang ibu mendidik anak-anaknya saja untuk laporan dan marah kalo ga dikasih laporan , contohnya istri saya ke anak-anak saya :

“Awas kalo  mo EE dan PIPIS bilang Ya !!” nah tuh pake ngancam lagi ya ..hehe…

So ga anehlah kalo anda sampe gede trus selalu bikin report di Facebook , “Mo Bubu”, “Mo ke Palangkaraya” , “Mo Nikah” , dan yang lainnya.

Nah yang menjadi masalah adalah saat emosional anda tidak terkontrol, marah sama pacar update status, marah ma temen updates status, Dimarahin bos uring-uringan di status , bahkan banyak yang berujung pencemaran nama baik yang beranjak dan berujung ke kepolisian gara-gara updates status. Hadeeeh memang tipis bedanya antara emosional dan rajinnya anda update status, tapi yang tahu adalah anda sendiri kok keadaan sebenernya ..

Itulah pentingnya memahami etika, ya ..

Mmm… kalo mesra-mesraan di facebook sih gimana ?

Dalam pandangan saya , kata mesra itu mesti dirinci lagi sejauh mana yang disebut mesranya, kalo cuma kata sayang suami pada istri, saya rasa ga ada masalah, karena yang sudah berumah tangga itu memang sudah lumrah dan sewajarnya demikian, bukan pamer, memang karena adanya kemesraan saja kok, terkadang dihadapan tetangga pun biasa berkata :
“Mau makan apa sayang hari ini ? ” hmmmm segitunya ckckck....asyik dah kalau udah kaya gini..

Tapi bagi yang memang ga biasa mesra sih engga tahu juga ya, karena yang saya lihat dan rasakan , hal tersebut adalah wajar, yang tidak wajar itu yang mengupload foto urusan ranjangnya di facebook, ngomongin jorok yang menjurus hubungan ranjang, nah yang seperti ini memang tak boleh menjadi konsumsi publik,, karena telah nampak larangannya dari Islam, yaitu bab tentang sifat syetan yang biasa berhubungan di tonton orang lain, namun bab sayang-sayangan mah tidak masuk kedalam Qiyas bab tersebutlah, karena standar hubungan badan itu jelas :

1. Ada aurat yang dipampang dan terlihat

2. Kata-kata jorok dan kotor

So kata sayang ? Jelas jauh berbeda, karena definisi mesra itu luas, naik  motor pegangan mesra ga ? Jalan – jalan suami menuntun istri apakah mesra seperti syetan berhubungan badan dijalanan ?

Jadi tak bisa dikatakan : ” Kita tak mendapati Nabi demikian “

Loh inikan bukan ibadah , maka ini urusan dunia. Sudah saya sebutkan hukum asalnya diatas.

Jika dijawab : Itu bab larangan tentang syetan !

Loh ya jelas beda sebagaimana telah saya jelaskan, berhubungan badan itu memiliki kriteria tersendiri yaitu ada aurat yang dilihat, jadi pendalilan hal tersebut tidaklah tepat.

Nah kesimpulannya, yang terlarang itu jelas, yaitu menabrak kaidah agama, bisa merugikan diri sendiri, bisa merugikan orang lain. Dan jangan sampai deh ya, semua emosional serba diluapkan di status facebook.. So anda bisalah mengerti dan menyaring sendiri deh ya ..

Jangan ada dusta diantara kita

Jangan ada dusta di antara kita, maksudnya di antara suami dan istri, karena berdusta adalah saudara selingkuh dan selingkuh merusak kebahagiaan rumah tangga. Berdusta berarti menyampaikan atau memberitakan sesuatu menyelisihi realita, bisa dengan kata-kata, bisa dengan perbuatan, bisa dengan isyarat atau bahasa tubuh bahkan bisa pula dengan diam.

Dusta biasanya menjadi peredam atau kedok dari sebuah keburukan yang disembunyikan yang tak ingin terbongkar, ya kalau tidak, kalau baik, maka untuk apa ditutupi dengan kebohongan? Karena keburukan memang menghadirkan masalah, agar masalah tak hadir maka untuk sementara waktu kudu dibungkus dulu dengan kebohongan, sebaliknya kebaikan, namanya juga kebaikan, tak mengundang masalah, hingga tak perlu disimpan apalagi ditutup dengan kebohongan.

Semua orang bahkan anak kecil sekali pun mengetahui bahwa dusta merupakan perangai tercela dan perbuatan buruk. Dusta menyeret kepada fujur (perbuatan dosa) dan fujur menyeret ke neraka. Demikian peringatan Rasulullah saw terhadap akhlak tercela ini.

Dusta termasuk sebab ditolaknya perkataan, runtuhnya kepercayaan kepada pelakunya dan pandangan kepadanya dengan mata pengkhianatan, padahal kepercayaan dalam rumah tangga merupakan salah satu kunci kebahagiaannya. Apalah arti sebuah bangunan rumah tangga yang tidak didasari dengan sikap saling percaya karena adanya kedustaan dari salah seorang pilarnya atau keduanya, di mana dalam hal ini adalah suami dan istri?

Siapa pun sadar bahwa dusta sekecil apa pun akan menyeret kepada dusta berikutnya, sehingga tidak ada cara yang paling manjur menurut pendusta untuk menutupi dusta pertama selain dusta kedua dan begitu seterusnya. Hal ini karena dusta ibarat tambang pendek yang jika diruntut sebentar saja maka akan tertangkap ujungnya, demikian pula dengan dusta yang jika diruntut dengan sedikit kecermatan maka akan terkuak kedoknya, agar ujung tambang tidak tertangkap maka ia harus disambung, agar dusta tidak terkuak maka harus ditimpali dengan dusta yang baru, dan begitu seterusnya. Betapa buruknya sebuah perangai yang menyeret pelakunya kepada perangai berikutnya di mana kedua-duanya sama-sama buruk. Betapa susahnya hidup orang yang memilih jalan seperti ini.

Imam al-Mawardi berkata, “Dusta adalah kunci segala keburukan, dasar setiap celaan karena akibatnya yang buruk dan hasilnya yang busuk, ia menelurkan namimah dan namimah melahirkan kebencian dan kebencian menyeret kepada permusuhan, tidak ada rasa tenang dan aman dengan adanya permusuhan, dari sini maka dikatakan, qalla shidquhu fa qalla shadiquhu (sedikit kejujurannya maka sedikit pula kawannya).”

Penulis yakin bahwa Anda wahai pembaca yakin bahwa siapa pun tidak berharap didustai atau dikibuli. Anda pasti merasa sakit dan kecewa jika seseorang mendustai Anda. Sakit dan kecewa ini akan semakin tinggi dan berat jika ia terjadi dari orang yang telah Anda percayai, karena semakin tinggi sebuah kepercayaan semakin sakit sebuah pengkhianatan, sebagaimana semakin tinggi Anda jatuh semakin sakit pula yang Anda rasakan. Lalu siapa orang yang paling Anda percayai dalam kehidupan Anda? Bukankah dia adalah orang-orang terdekat Anda? Benar, pasangan hidup Anda. Bagaimana jika pasangan Anda ini mendustai Anda? Penulis yakin Anda telah mengantongi jawabnya, oleh karena itu jangan coba-coba mendustai. Jangan melakukan apa yang tidak Anda ingin dilakukan oleh pasangan Anda kepada Anda, termasuk dusta.

Di samping itu untuk apa Anda membohongi pasangan? Dengan alasan dan atas dasar apa Anda mendustainya? Dusta biasanya dilakukan oleh para pengecut yang tidak berani bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Bohong pada umumnya diperbuat oleh orang-orang rendah yang ingin kerendahannya tidak terungkap. Namun tahukah Anda bahwa pada saat kebohongan dan kedustaan itu terungkap, dan pasti terungkap, maka rasa kecewa dan rasa sakit dari korban kebohongan jauh lebih berat dibanding jika dia mengetahui apa adanya dari awal, jika dia mengetahui dari awal karena Anda tidak berdusta maka tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan tidak akan mempersoalkannya atau memakluminya karena dia sadar bahwa manusia tidak sempurna. Jadi untuk apa berdusta?

Dengan asumsi pasangan Anda akan marah dan kecewa jika Anda berterus-terang dan meninggalkan kedustaan dan kepalsuan, bahkan dia mungkin berubah sikap atau mungkin menghukum Anda, namun penulis jamin bahwa semua itu akan lebih besar, marah pasangan akan lebih besar, perubahan sikapnya akan lebih ekstrim dan hukumannya kepada Anda akan lebih berat pada saat dia mengetahui Anda telah mendustainya. Anda bukan anak kecil yang takut cubitan atau jeweran dari ibu jika dia berkata jujur bukan?

Rasa kecewa dan menyesal pada saat didustai benar-benar merusak kebahagiaan, menciderai ketenteraman dan menenggelamkan kepercayaan kepada pasangan. Sekali dua kali barangkali dimaklumi oleh pasangan, walaupun tidak semua pasangan bisa seperti itu, akan tetapi jika hal ini terus terulang, maka jangan pernah bermimpi meraih kebahagiaan dalam rumah tangga Anda, mendingan kalau pasangan tidak melakukan hal serupa, tetapi siapa yang berani jamin sementara manusia cenderung membalas. Semakin runyam perkaranya, semakin kusut benangnya, semakin becek tanah basahnya jika dusta telah berbalas dusta.

Stop kebohongan sekarang juga, kalimat bijak berkata, “Ash-shidqu manja wal kadzibu mahwa.” Jujur itu menyelamatkan dan dusta itu mencelakakan. Kaab bin Malik bersama tiga orang rekannya selamat dari ujian akibat ketidaksertaan mereka dalam perang Tabuk tanpa udzur dan mereka berani berterus terang bahwa mereka tak punya alasan, karena mereka bertiga berani jujur dan tidak berdusta layaknya orang-orang munafik.

Wallahu a’lam.

Sumber : Artikel Alsofwa

Jangan Lepaskan dia jika engkau telah menyukainya …

Jangan Lepas begitu saja jika dia memang pilihannya
Seorang lelaki konon katanya memang gagah dan berani, eh tapi jangan salah , kalo ngadepin camer mah belum tentu ..

Rasa es campur variasi plus susu, nanas, nangka sampai jeruk purut itu ada, kadang dengkul aja baru masuk halaman dah gemeteran, mata kunang-kunang, mendadak seperti tensi low blood pressure..


Apalagi yang dibekal seadanya, mau ngomong bingungnya setengah mati, antara guncang, galau campur aduk.. tapi wajar kok memang itulah manusia ya ..

Nah para akhwat,, jika anda memang sudah merasa cocok dengan pilihan anda karena merasa dia baik agamanya, maka tak buruk anda ikut berperan membantu, untuk sebuah kebaikan meloloskan gol menuju pelaminan.

Diantaranya adalah jika anda mempunyai sedikit simpanan, maka dibolehkan anda ikut membantu diam-diam pembiayaannya, jika memang diperkiraan si calon suami bakal bertekuk lutut dihadapan ortu kita yang sudah kadung gandrung memberikan syarat 7rupa.

Anda diperbolehkan memberikan support dukungan dana, dan cobalah cari jalan melalui kawan / orang yang dipercaya. karena ini semua untuk sebuah kebaikan, namun tentunya anda pun harus ikhlas saat memberikan bantuannya, dan janganlah dikemudian hari anda mengungkit-ungkitnya, karena akan hilang nilai pahalanya, malah bisa2 terancam mendapatkan sangsi tidak akan dilihat oleh Allah di Yaumil Akhir (Riyadhus Shalihin) .

Nah jadi lakukanlah juga upaya-upaya untuk mendukung sebuah kebaikan dan tak terhina seorang lelaki yang menerima bantuan semisal tersebut diatas,..

Jika anda terlambat dan membiarkannya lepas, pergi begitu saja, maka arti dirinya  akan terasa disaat telah kehilangannya …

Semoga bermanfaat ..

Cinta ini membunuhku

Saya tak peduli jika anda berkata : “Loh ini kan judul lagu ?”
 
Ini kalimat umum, dan bukan milik seseorang atau sebuah kelompok grup band saja, lagian emangnya kalimat ini sudah di hak patenkan ? engga kan ?

Disela sela kepala yang terasa berdenyut dan tubuh terasa melemah ini, gatel rasanya pengen menerbitkan satu tulisan bab ini :D , walau dalam keadaan mati lampu gara gara Hujan dikit, tapi semangat menulis masih terus menyala, yah saya wajar sih, PLN kita kan PLTH (Pembangkit Listrik Takut Hujan) :D ..


Alhamdulillah, disaat begini saya mulai bisa melupakan facebook, karena FB memang seperti virus , dan sepertinya saya memang butuh rest :D , soalnya aktivitas wuihhhh padat,.. Tapi tenang saja, saya masih menautkan blog ini ke akun saya, jika saya menulis disini, maka secara otomatis akan muncul pemberitahuan di FB. sehingga teman teman saya masih bisa mendapatkan informasinya .. ihhh narsis banget ya saya, becanda kok ah … tapi kalau soal istirahat sih emang iya :D

Disaat sebuah benih cinta tumbuh pada tempat dan waktu yang salah, dia memang masih bisa terasa indahnya, apalagi disaat sudah menancap begitu dalam didada, siang terbayang, malam teringat, hingga perasaan ingin bersamanya, selalu berbarengan itu mencuat begitu menikam,..

Hari yang dijalani terasa begitu membosankan disaat kita tak berjumpa dengannya, tak medapati SMS nya dan tidak mendengar suaranya..


Disaat jari jemari menyentuh kertas dan pena, maka yang tergores adalah “Aku tak biasa bila tak mendengar suaramu, aku tak biasa bila ku beraktivitas tanpa sapaanmu ….” Gilaaaa, bener bener gila , cinta itu bisa membuat kita jadi gila..

Terkadang angan melewati kenyataan, dalam posisi yang belum halal, telah terurai rasa cemburu dan curiga, sama siapa dia disana ? sedang apa? jangan…jangan… dan berujung marah disaat mendapati tanda tanda tak beres dalam lajur aktivitas hariannya, berujung marah, benci, ngambek, cemburu sebagai bumbu pecelnya, padahal bukan suaminya, juga bukan istrinya .. yah tak dipungkiri hal ini kerap terjadi, saya tak berkata bahwa itu anda, bahkan bisa saja itu saya, karena ini perkara yang sangat manusiawi, kita diberikan hati dan kita diberikan cinta,… sebuah perkara yang memang seharusnya ada jika anda memang berlabel manusia ..

Yang menjadi masalah adalah disaat semuanya belum jelas, belum sah kedudukannya.. ini yang seringkali melanda kita semua, disaat cemburu kita seolah olah orang yang paling benar, paling shohih kedudukannya, owh… cinta kerap membuat mata menjadi gelap gulita, sehingga angan melewati kenyataan..

Sebetulnya yang dirasa, awalnya prosesnya biasa, bisa dari SMS / Telponan / Inbox / Chattingan yang dimulai dengan kalimat biasa, bisa jadi awalnya merasa sebagai “kewajiban seorang saudara seiman” , Judulnya “Mengingatkan” , atau merasa sebagai seorang “Kakak” , atau sebagai tempat “Curahan hati yang mana dia itu nyaman” , atau pula bisa berawal dari memposisikannya sebagai “Orang tua” .. Yah berawal dari hal – hal yang sangat biasa, lama kelamaan berubah menjadi “Aku tak biasa …bila … bila …bila…. ” Berakhir… rindu… kok kemana ? Aku tak biasa …

Pisau yang muntul, lama lama diasah akan menjadi tajam, hati yang terbentengi jika di umbar lama lama akan menjadi gelap dan lupa, karena “Kita” memang berbeda jenis kelamin, dan tak bisa dikatakn tidak, syahwat itu ada kok, kecuali orang orang yang mati rasa, so selama anda dan saya masih bisa merasakan sentuhan, masih bisa merasakan kasih sayang, maka syetan masih mampu memolesnya, awalnya kakak lama lama menjadi cinta, awalnya mendudukkan diri sebagai orang tua berujung kok jadi rindu, iseng menyapanya, ujungnya serius memberikan nomor hapenya , dalihnya sederhana “Jangan pendam kalau ada masalah, ceritalah pada kakak, bicaralah pada ayah… ” Intens … hingga kita sama sama terserempet dan jatuh …Gubrakkkk !!

Jika sudah terjadi, jika sudah teralami , maka dia sudah merupakan duri didalam daging, di nikahi bingung, engga lebih bingung, akhirnya niat baik awal pun terlupakan, maka semuanya .. terbunuhlah.. cinta ini membunuh..

Jika sudah terbunuh cinta, setiap gerak dan langkah hanya ditujukan kepadanya, membuat status penuh cinta -bersama sidia- , posting nasehat, menyindir perbuatan sidia, apa apa serba dia, ckckckck… sebuah realita dan fakta …

Jika sudah demikian adanya, maka satu satunya jalan memang mestilah ditutup semua pintunya, baik dengan melepasnya, atau melamar dan melakukan komitmen yang sah jalannya, menghentikan semua jalur dan lajur komunikasi, membuang nomor hapenya, dan berusaha menjauhi semua bau-bauan tentangnya, karena jika masih ada koneksi, biarpun berupa kabel serabut, maka arus itu masih akan tetap terhubung, ibarat listrik sejelek jeleknya kabel kalo masih nyambung , maka lampu masih tetap akan menyala, ..

Maka memang tepatlah sikap seseorang jika menjauhi seluruh celah pori porinya, baik sebagai kakak, sebagai orang tua, apalagi sahabat TTM (Teman Tapi mesra) , Lebih baik terbunuh sepi daripada Cinta ini membunuhku kelak dikemudian hari .. tak enak rasanya Jika berawal Sahabat menjadi cinta , cinta yang belum halal, cinta yang masih berkubang noda dan dosa, cinta yang membuat kita hancur lebur dan terlena ..

Rabu, 19 Desember 2012

Apa dan Bagaimana Islam Memandang Lesbi


Teruntuk Saudari - saudari muslimah yang senang & ikhlas sujud kepada Alloh...

Sihaq (lesbi) adalah apa yang terjadi antara wanita dengan wanita berupa gesekan dua farji kemaluan wanita.






A. Definisi Lesbi
Berkata penulis kamus Al-Lisan (Lisaanul ‘Arab pada judul سحق.), “kata اَلسَّحْقُ artinya ialah yang lembut dan yang halus, dan مُسَاحَقَةُ النِّسَاءِ adalah kalimat lafal yang terlahir (darinya).”
Ibnu Qudamah berkata dalam kitabnya Al-Mughni (10/162), “Jika telah bergesek dua wanita maka keduanya melakukan zina yang terlaknat berdasarkan apa yang diriwayatkan dari Nabi Shallallaahu ’alaihi wasallam bahwasanya Beliau Shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda,
” إِذَا أَتَتِ الْمَرْأَةُ الْمَرْأَةَ فَهُمَا زَانِيَتَانِِ “
“Apabila seorang wanita mendatangi (menyetubuhi) seorang wanita maka keduanya berzina.” tidak ada batasan dalam hal ini pada keduanya karena tidak ada ilaj (Ilaj ( إِيْلاجٌ ) ialah masuknya kepala zakar pria pada kemaluan wanita.) ( إِيْلاجٌ ) di dalamnya.

Maka hal itu serupa dengan mubasyaroh (Mubasyarah (مُبَاشَرَةٌ )ialah hubungan badan antara suami dan istri) ( مُبَاشَرَةٌ ) tanpa farji dan keduanya harus dihukum karena telah berbuat zina yang tidak ada batasan di dalamnya, persis dengan seorang lelaki yang menggauli wanita tanpa jima’ (hubungan intim).”

Al-Imam Al-Alusi berkata di dalam Ruhul Ma’ani, Jilid ke-8, hlm. 172-173, setelah berbicara tentang gay dan kejelekannya, beliau Rahimahullah berkata,
” وَأُلْحِقَ بِهَا السِّحَاقُ وَبَدَا أَيْضًا فِيْ قَوْمِ لُوْطٍ، فَكَانَتِ الْمَرْأَةُ تَأْتِي الْمَرْأَةَ “
Sihaq (lesbi) masuk dalam kategori liwat yang juga terjadi pada kaum Luth, yaitu seorang wanita menyetubuhi wanita.”

Dari Hudzaifah Radhiallaahu ’anhu,
“إِنَّمَا حَقُّ الْقَوْلِ عَلَى قَوْمِ لُوْطٍ حِيْنَ اسْتَغْنَى النِّسَاءُ بِالنِّسَاءِ ، وَالرِّجَالُ بِالرِّجَالِ”
“Sesungguhnya benarlah ucapan (Allah Subhaanahu wa Ta’ala) atas kaum Luth tatkala kaum wanita (dari mereka) merasa cukup dengan para wanita dan kaum lelaki merasa cukup dengan para lelaki.” (Para perawi hadits ini terpercaya, hadits ini dikeluarkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’b Al-Iimaan dan oleh As-Suyuthi dalam Ad-Daar Al-Mantsuur (3/100)

Diriwayatkan dari Abu Hamzah, beliau berkata, ”Saya pernah mengatakan kepada Muhammad bin Ali bahwa:
“عَذَّبَ اللهُ نِسَاءَ قَوْمِ لُوْطٍ لِعَمَلِ رِجَالِهِمْ”’
“Allah ’Azza Wa Jalla mengadzab para wanita kaum Luth karena perbuatan para lelaki mereka?”
Kemudian, Muhammad bin Ali berkata:
“اَللهُ أَعْدَلُ مِنْ ذَلِكَ ، اِسْتَغْنَى الرِّجَالُ بِالرِّجَالِ ، وَالنِّسَاءُ بِالنِّسَاءِ”
“Allah lebih adil dari itu (adanya adzab) karena, kaum lelaki telah merasa cukup dengan para lelaki dan kaum wanita telah merasa cukup dengan para wanita.” ( Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Baihaqi, Ibnu Abiddunya dan Ibnu ‘Asakir)

B. Hukuman Perbuatan Sihaq (Lesbi)
Kita telah melihat apa yang dinukil oleh sebagian (ulama) tentang hukuman Allah Subhaanahu wa ta’ala terhadap para wanita kaum Luth bersamaan dengan para lelaki mereka, yaitu ketika para lelaki merasa cukup dengan kaum lelaki maka hukumannya pun telah diketahui, tidaklah samar bagi seorang pun.

Meskipun Ibnul Qayyim berkata,
” وَلَكِنْ لاَ يَجِبُ الْحَدُّ بِذَلِكَ لِعَدَمِ الإِيْلاَجِ، وَإِنْ أُطْلِقَ عَلَيِهِمَا اسْمُ الزِّنَا الْعَامُ كَزِنَا الْعَيْنِ وَالْيَدِ وَالرَّجُلِ وَالْفَمِ “
“Akan tetapi, tidaklah wajib padanya (yaitu dalam perbuatan lesbi) hukuman (bunuh) karena tidak adanya ilaj walaupun disematkan kepada keduanya (dimaksud oleh Ibnul Qayyim dengan ucapannya “kepada keduanya” ialah seorang lelaki menggauli lelaki lain dengan kemaluan tanpa adanya ilaj dan seorang wanita yang menggauli wanita lain maka tidak terjadi ilaj padanya.) nama zina secara umum, seperti zina mata, zina tangan, zina kaki, dan zina mulut.” ( Al-Jawaab Al-Kaafi, hlm. 201.)

Demikian juga, Selain beliau ada yang berkata,
” أَنَّهُ لَيْسَ فِيْهِ إِلاَّ التَّعْزِيْرُ “
“Tidaklah ada pada perbuatan lesbi, kecuali ta’zir” (Ta’zir adalah hukuman bagi para pelaku maksiat tidak sampai dibunuh.)

Akan tetapi, tidaklah hal tersebut menjadikan kita untuk menyepelekan dan menganggap remeh dosa lesbi karena seorang wanita jika menjalani dosa tersebut, ia telah meletakkan kedua kakinya di atas jalan pebuatan yang keji. Ia akan melakukan yang selain dari itu dengan lebih cepat, jika terbuka sebuah kesempatan (baginya). Dan jika hukumannya berupa ta’zir (hukuman selain dibunuh), apakah setiap wanita yang melakukan hal tersebut akan pergi untuk dita’zir dan disucikan atau hukumannya ditangguhkan sampai (datang) hari kerugian dan penyesalan?
وَلَعَذَابُ الآخِرَةِ أَشَقُّ
“Dan sesungguhnya azab akhirat adalah lebih keras.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 34)

Semoga kita dijauhkan oleh Alloh dari sifat seperti ini, & semoga saudari saudari kita yang telah terlanjur mengalaminya diberikan petunjuk & kekuatan untuk kembali kepada fitrah manusia sebagaimana umumnya dan diberi kekuatan untuk bangkit memulai kehidupan barunya yang berpijak dan meniti diatas jalan keridhoannya, amiiin...

Ditulis Oleh : muhammad yusuf ~ Blog Pribadi Abu Iram Al-Atsary

Disaat Engkau Dihadapkan 2 pilihan Antara 'Aisyah dan Khadijah


Oleh Muhammad Yusuf
Bismillah …
Nama tersebut diatas pada judul adalah sebagai kiasan saja.
Nama ‘Aisyah diatas saya kiaskan kepada Ibunda ‘Aisyah -semoga Allah meridhoinya – sebagai wanita yang masih gadis, cerdas, baik agamanya, lincah , pintar.
Sedangkan Nama Khadijah saya kiaskan kepada Ibunda Khadijah -semoga Allah meridhoinya- sebagai figur seorang wanita yang menyandang status janda, penyayang, pengertian, perhatian, dan memiliki pengorbanan yang tinggi dalam mendukung suaminya, dia tak segan memberikan hartanya kepada Allah untuk mendukung da’wah suaminya..

Nah, ketika seorang lelaki dihadapkan kepada sebuah pernikahan, maka seringkali bertemu dengan masalah ini. Tatkala dia harus memilih, apakah menikahi ‘Aisyah atau Khadijah.
Yang saya sampaikan adalah, bahwa diantara keduanya memiliki banyak keutamaan, karena Nabi kita shollallahu ‘alaihi wasallam telah mencontohkan keduanya, beliau menikahi seorang janda, dan menikahi pula seorang gadis.
Sebelum kita kupas keutamaan menikah gadis / janda maka saya ingin sedikit mengulas tentang petunjuk memilih istri.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan
Ada beberapa hal bagi kaum laki-laki untuk memperhatikannya:
Memilih wanita yang shalihah,
karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعَةٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَلِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita itu (menurut kebiasaan yang ada, pent.) dinikahi karena empat perkara, bisa jadi karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang memiliki agama. Bila tidak, engkau celaka.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 3620 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Marilah kita kupas masing-masing keutamaannya ..
Wanita itu subur rahimnya.
Tentunya bisa diketahui dengan melihat ibu atau saudara perempuannya yang telah menikah (dari keturunannya / faktor genetiknya).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمْ
“Nikahilah oleh kalian wanita yang penyayang lagi subur, karena aku berbangga- bangga di hadapan umat yang lain pada kiamat dengan banyaknya jumlah kalian.” (HR. An-Nasa`i no. 3227, Abu Dawud no. 1789, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Irwa`ul Ghalil no. 1784)
Setelah 2 hal diatas kita fahami dengan baik, mari kita beralih kepada keutamaan menikah dengan seorang gadis dan janda.
Keutamaan menikahi seorang gadis dan janda
Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma ketika memberitakan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ia telah menikah dengan seorang janda, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَهَلاَّ جَارِيَةً تُلاَعِبُهَا وَتُلاَعِبُكَ؟
“Mengapa engkau tidak menikah dengan gadis hingga engkau bisa mengajaknya bermain dan dia bisa mengajakmu bermain?!”
Namun ketika Jabir mengemukakan alasannya, bahwa ia memiliki banyak saudara perempuan yang masih belia, sehingga ia enggan mendatangkan di tengah mereka perempuan yang sama mudanya dengan mereka sehingga tak bisa mengurusi mereka, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memujinya, “Benar apa yang engkau lakukan.” (HR. Al-Bukhari no. 5080, 4052 dan Muslim no. 3622, 3624)
Dalam hadits yang lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
عَلَيْكُمْ بِالْأَبْكَارِ، فَإِنَّهُنَّ أَعْذَبُ أَفْوَاهًا وَأَنْتَقُ أَرْحَامًا وَأَرْضَى بِالْيَسِيْرِ
“Hendaklah kalian menikah dengan para gadis karena mereka lebih segar mulutnya, lebih banyak anaknya, dan lebih ridha dengan yang sedikit.” (HR. Ibnu Majah no. 1861, dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 623)
Dari 2 hadits diatas, kita bisa menyimpulkan beberapa faidah :
1. Menikahi seorang gadis memiliki beberapa keutamaan, yaitu : memiliki kelebihan dalam sisi fisiknya yang masih muda, memiliki basic dasar yang masih kosong, jika diibaratkan sebuah kertas, maka masih berupa lembaran putih, sehingga kitalah yang memberikan tarbiyah (pendidikan) dasarnya, membentuknya, dan mengarahkan pertama kalinya, lebih memberikan peluang banyak keturunan, serta sedikit peluang kecemburuan atas masa lalunya.
2. Menikahi seorang janda pun bukannya terlarang, karena Nabi telah memberikan persetujuan dan bimbingan langsung, dan telah sampai kepada kita, diantara istri-istri Nabi hanya ‘Aisyah saja yang beliau nikahi dalam keadaan gadis. Sebagaiman dijelaskan Jabir, maka menikahi seorang janda pun memiliki keutamaan : mempunyai pengalaman dalam mengurusi rumah tangga, sehingga tak terlalu berat untuk membimbingnya, mempunyai pengalaman dalam hal melayani suami, memiliki sikap kedewasaan, dan lain sebagainya. Selain itu menikahi janda yang sedang dalam kesulitan menjadikan sebuah ladang pahala buat para lelaki yang memiliki kelebihan harta.
Maka, gadis ataupun janda tak menjadi soal, selama yang terpilih adalah karena agamanya..
Silahkan … semua kembali kepada anda ya dan tak usah bertanya, apa pilihan saya ?!
Para suami yang mapan pun boleh kok kalau mau berbilang istri selama mampu dan bisa berlaku adil.. semangat !!
Semoga Allah memudahkan..
Nah jangan lupa, Nabi shollallaahu 'alaihi wasallam memiliki 'Aisyah dan Khadijah juga loh .. 

Selasa, 04 Desember 2012

Mau Menikah Ya Sayang ? Jangan Lupa Harus Ada Walinya Ya..


Teringat saya kisah beberapa tahun lalu, musibah yang menimpa seorang akhwat aktivis pergerakan, dia kuliah di bandung, subhanalllah berjilbab bagus sekali, sayangnya terjerumus kedalam pemahaman sesat…
Fulanah, sebut saja namanya begitu, dia seorang anak yang baik dan sholihah, dia pintar, dia mendapatkan kesempatan kuliah dibandung. Dari sinilah madhorot dimulai..
Ditempat lingkungannya kuliah, dia bergaul dengan para aktivitis da’wah yang semangat, namun sayang terjebak dalam lingkaran pemahaman yang sesat dan salah..
Dia mempunyai seorang murabbi (pendidik), sehingga ringkas cerita dia ingin menikah, niatnya baik, namun jalannya salah, dia bercerita pada murabbinya, dan si murabbi yang manhaj pemikirannya mengkafirkan orang2 yang tak sefaham dengannya bersedia menikahkan si wanita TANPA WALI !! Mengapa? Karena dia beranggapan orang tua / wali si wanita ini adalah KAFIR… Astaghfirullah..
Akhirnya terjadilah pernikahan bathil itu… dan si wanita hamil, saat pulang kekeluarganya, si keluarga kaget dan tidak terima, akhirnya “kacaulah dunianya”, Allahu A’lam selanjutnya saya tak mengetahui bagaimana nasibnya si wanita, karena raib entah berada dimana ….
Sisi yang ingin saya soroti dari kisah diatas ada beberapa point :
1. Hati-hati dengan aliran dan pemahaman sesat yang mudah mengkafirkan saudaranya dengan cara-cara yang serampangan sekalipun membawa-bawa al-qur’an dan sunnah.. Namun dibungkus dengan pemahaman mereka sendiri.. Tentang pengkafiran sudah pernah saya sampaikan, silahkan buka catatan2 saya.
2. Pernikahan tanpa wali adalah bathil dan batal pernikahannya. Dan ini yang saya soroti secara khusus.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِيٍّ
“Tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali.” (HR. Al-Khamsah kecuali An-Nasa`i, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Al-Irwa` no. 1839)
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:
أَيُّمَا امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ مَوَالِيْهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ
“Wanita mana saja yang menikah tanpa izin wali-walinya maka nikahnya batil, nikahnya batil, nikahnya batil.” (HR. Abu Dawud no. 2083, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud)
Apabila seorang wanita menikahkan dirinya sendiri tanpa adanya wali maka nikahnya batil, tidak sah. Demikian pula bila ia menikahkan wanita lain. Ini merupakan pendapat jumhur ulama dan inilah pendapat yang rajih. Diriwayatkan hal ini dari ‘Umar, ‘Ali, Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, Abu Hurairah dan Aisyah radhiyallahu ‘anhum. Demikian pula pendapat yang dipegangi oleh Sa’id ibnul Musayyab, Al-Hasan Al-Bashri, ‘Umar bin Abdil ‘Aziz, Jabir bin Zaid, Ats-Tsauri, Ibnu Abi Laila, Ibnu Syubrumah, Ibnul Mubarak, Ubaidullah Al-’Anbari, Asy-Syafi’i, Ahmad, Ishaq, dan Abu ‘Ubaid rahimahumullah. Al- Imam Malik juga berpendapat seperti ini dalam riwayat Asyhab. Adapun Abu Hanifah menyelisihi pendapat yang ada, karena beliau berpandangan boleh bagi seorang wanita menikahkan dirinya sendiri ataupun menikahkan wanita lain, sebagaimana ia boleh menyerahkan urusan nikahnya kepada selain walinya. (Mausu’ah Masa`ilil Jumhur fil Fiqhil Islami, 2/673, Al-Mulakhkhash Al-Fiqhi, 2/284-285)
Maka tidak boleh seorang gadis menikah tanpa wali atau izin bapaknya sebab ia adalah walinya yang merupakan orang yang paling tahu tentang kemaslahatan anaknya. Tetapi sebaliknya wali tidak boleh menghalangi anaknya untuk menikah dengan laki-laki yang sebanding juga shalih. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:
(( آَبِيْرٌ وَفَسَادٌ اْلأَرْضِ فِي فِتْنَةٌ تَكُنْ تَفْعَلُوْهُ؛ إِلاَّ فَزَوِّجُوْهُ، وَأَمَانَتَهُ؛ دِيْنَهُ تَرْضَوْنَ مَنْ أَتَاآُمْ إِذَا ))
“Jika datang kepadamu seseorang baik agama dan amanahnya yang (meninang anakmu), maka kawinkanlah, jika tidak engkau (nikahkan) pasti akan terjadi fitnah dan bencana besar di muka bumi”.
Tidak etis apabila seorang gadis bersikeras mau menikah dengan laki-laki yang tidak disukai ayahnya sebab bisa jadi apa yang dilakukan bapaknya lebih baik, sementara ia tidak tahu karena kurang berpengalaman. Allah berfirman: “Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagi-mu”. (Al-Baqarah: 216).
Dan si gadis itu harus berdoa kepada Allah agar diberi jodoh orang yang shalih.
Demikianlah penjelasannya, semoga bermanfaat. 1 hal yang perlu anda ketahui, BEGINILAH PANDANGAN MANAJ SALAF, masihkah anda berani MENUDUH KAMI TAKFIRI wahai orang-orang yang mampu menjaga lisan?
Ti Abahna Iram

Ketika cinta itu datang menggoda

JATUH CINTA ?
Aduuuuh
Tereak dulu ah
"Gaaaak Kuuuuuaaaaat"

Hmm..perasaan jatuh cinta memang sukar dijelaskan dan ditebak, karena penuh dengan gejolak. Semua saran dan nasihat ditolak, bahkan nalar pun bisa terdepak oleh perasaan mabuk kepayang yang membikin rasa melayang-layang. Itulah dahsyatnya perasaan yang satu ini. Gedubrak !!!


Apakah karena itu kita tak boleh mencintai dan dicintai? Uups…tentu saja boleh, karena cinta adalah pemberian Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mencintai dan dicintai adalah karunia, sekaligus panggilan hidup kita. Tak pernah merasakan jatuh cinta, bukanlah manusia, karena manusia pasti merasakan cinta [QS Al Imran:14] Bahkan, cinta merupakan ruh kehidupan dan pilar untuk kelestarian ummat manusia.

Islam juga gak phobi sama yang namanya cinta kok, bahkan Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia. Namun, bukan dalam komoditas rendah dan murah lho (Pacaran, Ed). Artinya, tingkatan mencintai sesuatu itu ada batasnya. Jika cinta itu malah membawanya kepada perbuatan yang melanggar syari’at, nah…kore wa dame da!*

Hmm…cinta itu katanya jelmaan perasaan jiwa dan gejolak hati seseorang, wuis…puitis banget! Nah, dalam Islam kalau kita merujuk QS: At Taubah 24, maka cinta dapat dibagi dalam 3 tingkatan, yaitu:

1. Cinta kepada Allah, Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya.

2. Cinta kepada orangtua, istri, kerabat dan seterusnya.

3. Cinta yang mengedepankan cinta harta, keluarga dan anak istri melebihi cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan Allah.

Lalu gimana dong, kalau cinta itu datang, menghampiri dan menggoda di luar pernikahan? Nah lho, puyeng deh kalo gini! Padahal cinta itu kan timbul memang dari sononya, muncul dari segi zat atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk dicintai. Normal aja kan, jika memandang sesuatu yang indah, kita akan mengatakan bahwa itu memang indah, masa’ sih dibilang jelek!

Menurut Imam Ibnu al-Jauzi, “Kecintaan, kasih sayang, dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah dan memiliki kecocokan tidaklah merupakan hal yang tercela serta tak perlu dibuang. Namun, cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokkan pemiliknya kepada hal yang tidak sesuai dengan hikmah yang sesungguhnya, hal seperti inilah yang tercela.”

Waduh…gimana dong, lagi jatuh cinta nih! Problem…problem… mana masih kuliah, kerjaan belon ada, masih numpang ama orangtua, wah…nih cinta kok gak pengertian ya!

Kalem dong, jangan blingsatan begitu. Emangnya jatuh cinta masalah kamu aja, ya…gak lagi! Nabi Yusuf ‘Alaihi Salam aja pernah jatuh cinta lho, bahkan kepada seseorang wanita yang telah menjadi istri seseorang. Eits…protes deh! Iya deh, kalau bukan cinta, paling gak, tertarik dan terpesona, boleh kan?

Buka deh surat Yusuf, romantika kisah beliau diceritakan dengan tuntas, awal, proses, konflik hingga klimaks dan ending-nya. Nah lho…Nabi aja bisa punya ‘konflik’ seperti itu, apalagi kamu, iya kan? Romantika cinta beliau bukan kacangan, atau pepesan kosong, namun apa yang dialami beliau bisa menjadi pelajaran buat kita bagaimana kalau cinta itu demen banget menggoda kita. Beliau sadar, dan mengerti betul bahwa itu terlarang, meski ada gejolak di hatinya [QS Yusuf: 24]

Namun… Kondisi di atas itu gak terjadi begitu aja lho, karena sebelumnya Nabi Yusuf ‘Alaihi Salam pun telah berusaha untuk menolaknya saat wanita itu terus merayunya. Eh…nabi Yusuf pun dikejarnya, dan yang dikejar malah lari terbirit-birit, wuus…

Lantas apa dong pelajaran yang bisa kita ambil, saat cinta itu menggoda kita? Pelajarannya adalah:

1. Setiap orang memiliki rasa tertarik dengan lawan jenisnya, perasaan ini manusiawi, fithrah sekaligus anugerah.

2. Namun, gejolak itu harus diatur lho, kalau gak maka kita akan terperosok ke jurang kenistaan, karena diperbudak gejolak jiwanya. Lantas jadi merana deh, angan-angan melulu. Innan nafsa la ammaaratun bis-suu, sesungguhnya nafsu itu selalu mengajak kepada kejahatan kecuali nafsu-nafsu yang diberi rahmat oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala [QS Yusuf:53].

3. Kalau kita jatuh cinta pada lawan jenis, dan mengharapkan terbalaskan cintanya, maka saat itu ada sebagian dari akal dan logika yang hilang. Sekian banyak pertimbangan akal sehat yang dipunyai jadi ngadat, gak jalan! Gak percaya? Coba deh, ntar kalau kamu tambah dewasa, udah nikah, mungkin mikir, “Kok, dulu begitu ya?”, “Kok, dulu gak mikir ya?”, dan “kok-kok” yang lain.

4. Dulu waktu ngejar-ngejar, wah…di mana-mana hanya terpampang wajah dia seorang, kekasih hati. Tidur gak nyenyak, makan pun terasa gak enak, bukan karena banyak nyamuk atau lauknya gak enak, dunia ini pun hanya untuk berdua, yang lain ngontrak, ck…ck…ck… Kalau gak ketemu, rasanya gimana gichuu. Dikejar setengah mati deh, pokoke mesti dapet! Tapi begitu udah dapat, lalu masuk dunia rumah tangga, gejolak itu bisa berganti dengan rutinitas dan bisa bosan. Itulah sifat manusia, karena itu bila mencintai seseorang, cintailah sewajarnya, siapa tahu ntar kamu benci padanya. Begitu juga sebaliknya, kalau benci, bencinya yang wajar aja deh, siapa tahu ntar malah jatuh cinta.

5. Ingat lho, gak semua yang kita inginkan itu harus terpenuhi, kalau gak mau dibilang egois. Tidak semua cita-cita itu harus terkabul, dan tidak pula semua gejolak harus dituruti. Di dunia ini ada banyak pilihan, kalau gak dapat yang satu, pilihan lain masih banyak kan? Siapa tahu malah lebih baik. Makanya buka mata lebar-lebar, masa’ sih cuma ada dia aja di dunia ini, emang yang lain kemana bo!

6. Tidak semua yang kita anggap baik itu baik, dan tidak semua yang dianggap indah itu indah. Segala sesuatu itu pasti ada cacat dan cela-nya. Saat jatuh cinta sih, wuah…indah buanget, tiada cacat dan cela. Padahal bisa aja kan, cacat dan cela itu jauh lebih banyak dari baik dan indahnya.

7. Akhirnya, kalau kamu udah sampai pada puncak cinta, yaitu pernikahan, ingat deh kalo puncak masalah pernikahan itu bukanlah pada siapa yang akan jadi pasangan kita, tapi gimana agar kita bisa survive di dalamnya, siapapun pasangan kita.

Semoga membantu akhi wa ukhti, jangan lupakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kalau antum jatuh cinta ya. Jatuh cinta-lah karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena kasih sayangnya akan meluruh ke jiwa.

Wallahu a`lam bis-shawab.

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*
Al-Hubb Fillah wa Lillah,
Abu Aufa
Notes:
* in Japanese:
kore wa dame da = this is not good
aishiteiru = I love you
Author: Abu Aufa

-Salam Uhibbukum Fillah-


Ditulis Oleh : muhammad yusuf ~ Blog Pribadi Abu Iram Al-Atsary