Jumat, 21 Desember 2012

Godaan Setan pada Orang-orang Shalih (1)

Godaan Setan pada Orang-orang Shalih (1)
Oleh : Dr Abdullah Al Khaathir
 

Apakah Setan Itu?
Pertanyaan tersebut termasuk perkara mendasar dalam masalah aqidah. Apakah setan itu? Apakah merupakan wujud hakiki (nyata)? Atau hanya maknawi semata?

Apakah dia merupakan pikiran-pikiran dan bisikan-bisikan kejahatan — seperti
dugaan sebagian orang –? Ataukah dia hanyalah kuman-kuman/mikroba seperti diklaim sebagian kelompok lainnya? Mungkinkah pula setan ini hanya simbol adanya kejahatan, yang kita tempatkan sekedar simbol saja agar dapat dibicarakan?

Apakah Setan Itu Dalam Pengertian Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah?
Aqidah kita menyatakan bahwa setan itu dari golongan jin. Allah Subhanahu wa
Ta’ala berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. dia dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Rabb-nya…” (Qs Al Kahfi : 50)

Kita beriman akan adanya jin dan manusia. Setan itu dari golongan jin, dan dia
menyertai setiap manusia. Dalil bahwa pada setiap manusia ada setan yang
menyertainya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama dalam suatu hadits riwayat Imam Muslim dari sahabat Ibnu Mas’ud, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda: “Tidak seorangpun dari kalian kecuali ada setan pendampingnya (qarin) dari golongan jin, serta qarin dari golongan malaikat yang menyertainya.” Para sahabat bertanya, ‘Apakah engkau juga demikian, ya Rasulullah?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab. ‘Demikian pula denganku, akan tetapi Allah azza wa jalla telah menolongku atas setanku, sehingga dia tidak dapat memerintahku kecuali dengan kebenaran”. [HR Muslim no 2814 tentang Sifat-sifat kaum Munafiqin, bab 'Pengadudombaan Setan dan Pengiriman Balatentaranya untuk menimbulkan fitnah di antara manusia".]

Jadi, pada setiap orang ada qarin dari golongan jin, bahkan pada diri Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallama, akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menolong Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama atas qarin beliau, sehingga qarin itu tidak bisa memerintah beliau selain hal yang benar.

Demikian pula firman Allah: “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Ilaah (sembahan) manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi (mengintai). (Setan itu) dari golongan jin dan manusia’”. (QS An Naas : 1-6)

Menjadi dalil bahwa bisikan-bisikan yang menggoda itu bisa datang dari manusia berupa teman-teman yang jahat, maupun datang pula kadang-kadang dari jin dan setan golongan jin.

Setan mempunyai turunan yang sangat banyak, sebagaimana firman Allah: “Apakah kalian akan jadikan dia (setan) serta turunnannya menjadi wali-wali (pelindung)?..”(QS Al Kahfi : 50)

Keturunan setan serta pengikut-pengikutnya berusaha menyesatkan manusia dalam kehidupan dunia ini.
Bersambung : Uslub (Metodologi) Setan Dalam Menggoda Manusia – Insya Allah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar